TerasIndonesiaNews.com | Jakarta, 21 Januari 2026
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawali tahun 2026 dengan pergerakan masif. Dalam waktu kurang dari satu bulan, lembaga antirasuah ini telah melancarkan tiga operasi senyap di lokasi berbeda, mengamankan sejumlah pejabat publik beserta barang bukti uang miliaran rupiah.
Kronologi Rentetan OTT Januari 2026
KPK mencatatkan efektivitas kerja yang tinggi di awal periode ini:
9-10 Januari: OTT pertama menyasar delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.
19 Januari: Operasi kedua dilakukan di Jawa Timur, menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, bersama 14 orang lainnya terkait dugaan korupsi proyek dan dana CSR.
19 Januari (Malam): Di hari yang sama, tim KPK bergerak ke Jawa Tengah dan menangkap Bupati Pati, Sudewo, atas dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa dalam penangkapan Bupati Pati, tim berhasil menyita uang tunai dalam mata uang rupiah senilai miliaran rupiah. "Angka detailnya akan kami sampaikan saat konferensi pers penetapan tersangka," ujar Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta.
Analisis dan Tanggapan: LIRA Kalbar, totas Angkat Bicara
Menanggapi fenomena ini, pengamat dari LIRA Kalbar totas memberikan apresiasi sekaligus catatan penting. Menurutnya, rentetan penangkapan ini menunjukkan sinyal positif bahwa KPK mulai kembali ke performa terbaiknya.
"Sepertinya KPK sudah mulai kembali 'tumbuh taring'. Kita melihat keberanian KPK dalam menyentuh pejabat-pejabat yang berafiliasi dengan partai politik tertentu, bahkan mereka yang berada dalam lingkaran kekuasaan. Ini adalah langkah maju yang sangat bagus," ungkap perwakilan LIRA Kalbar.
Lebih lanjut, LIRA Kalbar menekankan bahwa independensi adalah kunci. Institusi penegak hukum seperti KPK memang selayaknya tidak boleh gentar terhadap tekanan politik dari pihak mana pun. Langkah berani ini diharapkan menjadi momentum bagi KPK untuk benar-benar pulih secara institusional.
Harapan Rakyat
Masyarakat menaruh harapan besar agar konsistensi ini tetap terjaga. Keberhasilan mengungkap kasus di awal tahun 2026 ini diharapkan bukan sekadar "hangat-hangat tahi ayam", melainkan awal dari kembalinya KPK yang dahsyat dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu di Indonesia.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : LIRA KALBAR|Penulis : Ichal

