• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Tragedi Anak Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, Ketua DPP Lidik Krimsus RI Kalbar: “Negeri Ini Sangat Mengenaskan”

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-02-04T17:01:19Z

    TerasIndonesiaNews.com - Kalimantan Barat, Rabu 04 Februari 2026

    Sebuah tragedi memilukan kembali mengguncang hati masyarakat Indonesia. Seorang anak pelajar dilaporkan nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan berat yang dialami keluarga miskin, yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, termasuk membeli buku sekolah.


    Peristiwa ini memunculkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua DPP Lidik Krimsus RI Kalimantan Barat, H. Badrut Tamam, AQ, yang menyampaikan kritik keras terhadap realitas sosial yang masih dialami rakyat kecil.


    “Ini sangat mengenaskan negeri ini. Di saat Presiden Prabowo membuat program makan bergizi gratis, pada saat yang sama banyak pelajar anak Indonesia dari kalangan orang miskin menjerit dengan kebutuhan hidup dan kebutuhan belajar mereka,” ujar H. Badrut Tamam, AQ.


    Menurutnya, program bantuan sosial pemerintah memang penting, namun tidak boleh menutup mata terhadap persoalan pendidikan yang masih menjadi beban berat bagi masyarakat miskin.


    “Makan bergizi itu baik, tetapi pendidikan juga harus dijamin. Buku, seragam, alat sekolah, dan biaya belajar adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan harapan hidup,” tambahnya.


    H. Badrut Tamam menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi peringatan serius bagi negara untuk lebih hadir dan berpihak sepenuhnya kepada rakyat kecil, khususnya dalam menjamin akses pendidikan yang layak.


    Ia juga mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem bantuan pendidikan, agar tidak ada lagi anak bangsa yang merasa putus asa karena kemiskinan.


    “Kalau seorang anak sampai bunuh diri hanya karena tidak mampu membeli buku, maka itu adalah alarm keras bahwa sistem kita belum sepenuhnya adil. Negara harus hadir untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tutupnya.


    Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah program-program besar pemerintah, masih banyak anak Indonesia yang berjuang dalam diam, menanggung beban hidup yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : DPP LIDIKKRIMSUS RI kalbaar | Penulis : Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini