TerasIndonesiaNews.com - Lumajang, 20 November 2025
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pagi ini dengan semburan asap tebal hingga delapan kali. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran potensi guncangan yang lebih besar, sehingga warga di sekitar gunung dihimbau segera mencari tempat yang lebih aman.
Pada sore hari, aliran lahar mulai turun melalui sungai-sungai di lereng Semeru, menutup akses jalan dan merusak beberapa rumah warga di sekitarnya. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa, meskipun kerusakan properti sudah terjadi.
Menurut pemantauan, dalam rentang pukul 00.00–06.00 WIB tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 3–16 mm dan durasi 69–108 detik, serta 25 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 71–141 detik.
Status Gunung Semeru telah dinaikkan menjadi Level IV (Awas) oleh Badan Geologi KESDM sejak Rabu sore pukul 17.00 WIB.
Sesuai rekomendasi PVMBG, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah dan di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak.
BPBD Kabupaten Lumajang menyatakan posko darurat sudah diaktifkan dan evakuasi warga dilakukan di sejumlah titik pengungsian.
Sementara itu, BNPB menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari (19–26 November 2025) untuk mengantisipasi potensi dampak erupsi lanjutan.
Warga di lokasi rawan lahar dan aliran sungai harus segera menjauhi tepi sungai minimal 500 meter.
Hindari aktivitas dalam radius 8 km dari kawah Semeru.
Waspadai potensi banjir lahar jika hujan deras, terutama di sektor tenggara.
Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan BPBD dan PVMBG, serta aktif memantau informasi resmi untuk langkah evakuasi lebih lanjut.
Editor: Tim Teras Indonesia News | Narasumber: Warga Sekitar | Jurnalis: Sanjaya

