• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Dugaan Tambang Ilegal di Tuban: Kuasai 90% Area, Gunakan Jasa Preman, hingga Oknum Wartawan Dibacok

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2025-10-22T07:31:30Z


    TUBAN, TERAS INDONESIA NEWS
    ||
    Dugaan praktik tambang pasir silika ilegal di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, semakin menyeruak. Sosok Agus Santoso disebut-sebut sebagai pengusaha yang menguasai hampir 90 persen area pertambangan di sejumlah wilayah, termasuk Desa Montongsekar, Kecamatan Montong.


    Namun yang lebih mencengangkan, aktivitas tambang ini diduga dilindungi oleh kelompok preman bayaran. Sejumlah sumber menyebut, para preman kerap bertugas mengintimidasi warga dan jurnalis yang mencoba mengungkap aktivitas tersebut di lapangan.


    “Bukan cuma warga yang takut, tapi wartawan pun pernah jadi korban. Ada salah satu oknum jurnalis yang sempat dibacok saat meliput aktivitas tambang, dan kasusnya hilang begitu saja,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Rabu (22/10/2025).


    Informasi yang dihimpun menyebutkan, lokasi-lokasi tambang di bawah kendali Santoso tetap beroperasi meski tidak mengantongi izin resmi, bahkan setelah ada peringatan dari aparat dan pemerintah daerah. Dugaan keterlibatan sejumlah oknum pejabat desa dan aparat lokal turut memperkuat spekulasi adanya “beking” di balik bisnis ini.


    Sementara itu, pihak kepolisian dan instansi terkait hingga kini belum memberikan keterangan resmi. Aktivitas tambang terus berjalan, meninggalkan debu, kerusakan jalan, dan keresahan warga di sekitar area operasi.


    Aktivis lingkungan Tuban mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata terhadap maraknya tambang ilegal di wilayah ini.


    “Kalau hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke pengusaha besar seperti ini, maka kerusakan alam dan kekerasan akan terus berulang,” tegas Koordinator Forum Masyarakat Peduli Alam Tuban (FMPAT), Andri Wijaya.


    Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menindak para pelaku yang terlibat dalam rantai tambang ilegal dan kekerasan terhadap jurnalis di Tuban. 


    (Tim Investigasi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini