• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    FSBM 2025 di Ketapang: Adat Melayu Semarak, Jati Diri Kian Kokoh

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2025-09-27T08:07:38Z


    TERAS INDONESIA KETAPANG || 
    Balai Sungai Kedang, Jumat (26/09/2025), menjadi saksi meriahnya Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) 2025 yang digelar oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang. Pagelaran sederhana namun sarat makna budaya ini resmi dibuka oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si dengan penabuhan gendang Tar.


    Kehadiran Bupati bersama para tamu undangan disambut dengan atraksi pencak silat kutemare dan tarian persembahan khas Melayu. Nuansa adat yang kental membuat suasana pembukaan penuh semarak dan berkesan.


    Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam terselenggaranya FSBM.


    Pagelaran seni budaya bukan sekadar pertunjukan, tetapi wadah pelestarian nilai-nilai luhur Melayu yang sarat adab, etika, dan filosofi kehidupan,” ujarny

     

    Dengan mengusung tema “Tak Hilang Adab dan Budaya Ditelan Zaman, Kite Bangun Tanah Kayong Bergandeng Tangan”, Bupati menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh mengikis jati diri masyarakat Melayu, melainkan harus dimaknai sebagai peluang memperkuat budaya.


    Budaya Melayu adalah warisan berharga. Dalam pantun, syair, petuah, dan tari, tersimpan kebijaksanaan, kehormatan, serta semangat gotong royong yang harus diwariskan ke generasi muda,” tegasnya.


    Ketua MABM Provinsi Kalbar, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S, turut mengapresiasi langkah Pemkab Ketapang. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kelestarian adat Melayu.


    Ia juga mengumumkan bahwa Festival Budaya Melayu tingkat Provinsi tahun depan akan digelar di Pontianak, sementara festival ke-15 tahun 2028 resmi ditetapkan berlangsung di Ketapang.


    Sementara itu, Ketua DPD MABM Ketapang, H. Irvan Masyad, S.Pd., MH, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjaga dan memajukan kebudayaan Melayu.


    Kami berpesan agar seluruh jajaran MABM tetap solid melestarikan budaya, sekaligus mendorong pemerintah untuk memberdayakan potensi budaya di Ketapang agar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya penuh optimisme.

    FSBM 2025 tidak hanya menampilkan pentas seni, tetapi juga menghadirkan berbagai lomba tradisional yang sarat filosofi dan keahlian lokal. Mulai dari Dendang Melayu, Motif Batik Melayu, Syair Gulung, Uri Gasing, Tulisan Arab Melayu, Sholawat, Mobil Hias Astagune, hingga Lomba Busana Melayu yang memukau dengan keanggunan gerakannya.


    Pagelaran ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Melayu tetap hidup, tumbuh, dan berakar kuat di tengah masyarakat, bahkan di era modernisasi.


    Jurnalis/Publis: Bima

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini