-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Sapu Banten, Lampung, Jabar, hingga Jakarta

    Teras Indonesia News
    Minggu, 06 September 2026, 10:45:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-09-06T15:45:57Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com — Jakarta |  Minggu, 06 September 2026

    Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Banten, Lampung, Jawa Barat, hingga sebagian DKI Jakarta.


    Abu vulkanik dilaporkan menempel pada kendaraan, atap rumah, serta sejumlah benda di luar ruangan. Warga di beberapa daerah mengaku terkejut setelah mendapati lapisan debu tipis berwarna abu-abu.


    Berdasarkan analisis BMKG, kolom abu vulkanik terbawa angin hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki ke arah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sementara ke arah Lampung dan Bengkulu, sebaran abu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki.


    Wilayah Terdampak

    • Banten: Serang, Cilegon, dan Pandeglang dilaporkan mengalami hujan abu tipis.
    • Lampung: Sejumlah wilayah pesisir Lampung Selatan hingga Bandar Lampung terdampak abu vulkanik.
    • Jawa Barat: Abu mulai terlihat menempel pada kendaraan di wilayah Bogor, Depok, hingga Bekasi.
    • DKI Jakarta: Sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara dilaporkan mengalami kabut tipis serta mencium bau belerang.


    Sebaran abu vulkanik menyebabkan jarak pandang menurun di sejumlah lokasi, termasuk jalur penyeberangan Merak–Bakauheni. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.


    Selain itu, kendaraan, jemuran, dan permukaan bangunan di sejumlah wilayah terlihat dipenuhi abu vulkanik. Aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara di Lampung juga mendapat pemantauan lebih lanjut.


    Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk:

    • Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
    • Menutup rapat pintu dan jendela rumah.
    • Menghindari penggunaan air hujan untuk kebutuhan konsumsi.
    • Membersihkan abu vulkanik dengan hati-hati agar tidak terhirup.
    • Memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan PVMBG.


    Hingga berita ini diturunkan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian dan terus dipantau oleh pihak berwenang.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber: BMKG | Liputan : Windu Purnomo

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar