TerasIndonesiaNews.com — Sambas, Kalimantan Barat | Selasa, 01 September 2026
Kondisi kabut asap di seluruh wilayah Kabupaten Sambas semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. Asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai titik menyelimuti pemukiman warga, mengurangi jarak pandang, dan membuat udara terasa panas serta berbau menyengat di mana-mana. Ditambah lagi dengan kemarau panjang yang sudah berlangsung lebih dari sebulan tanpa hujan turun, sumber air bersih pun mulai berkurang, sehingga warga semakin kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi udara yang tidak sehat ini, keputusan Pemerintah Kabupaten Sambas yang tetap menganjurkan sekolah tatap muka bagi para siswa dari tingkat dasar hingga menengah justru memicu kekhawatiran dan protes dari masyarakat.
Ardiansyah, salah satu warga kabupaten Sambas, menyampaikan keprihatinannya.
“Dengan keadaan udara yang penuh asap seperti ini, seharusnya Pemerintah Kabupaten Sambas mengatasi masalah ini dengan serius. Setidak-tidaknya membagikan masker secara gratis ke seluruh masyarakat, terutama ke anak-anak sekolah yang paling rentan terkena dampaknya. Bukan malah membiarkan anak-anak tetap belajar tatap muka di sekolah,” ujarnya dengan nada cemas.
Ia juga memperingatkan, jangan sampai nanti ada warga, khususnya anak-anak sekolah, yang jatuh sakit karena menghirup asap berbahaya setiap hari.
“Anak-anak itu daya tahan tubuhnya belum kuat. Kalau setiap hari terpaksa menghirup asap tebal di jalan dan di sekolah, lama-lama pasti akan sakit. Itu yang kami khawatirkan,” tambahnya.
Kondisi asap yang memburuk juga membuat aktivitas warga terganggu. Beberapa warga mulai mengeluhkan batuk-batuk dan mata perih akibat kualitas udara yang buruk. Namun hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mendistribusikan alat pelindung diri seperti masker secara merata dan gratis kepada masyarakat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata: mulai dari membagikan masker secara gratis, mengatur sistem belajar dari rumah sementara keadaan belum membaik, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan agar kabut asap tidak terus berulang setiap tahun. Mereka berharap kesehatan warga, terutama generasi muda, menjadi prioritas utama di tengah bencana asap yang melanda Kabupaten Sambas saat ini.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Ardiansyah (Warga) | Penulis : Parhan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar