TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Kamis, 03 September 2026
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Ketapang menggelar Pelatihan Packaging dan Branding bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Aula DKPP Ketapang, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang, Andreas Hardi, M.Pd. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Farida, S.Pt., S.AP., M.Si., serta Simon, S.E., M.E., selaku ketua panitia penyelenggara sekaligus Kabid Kebudayaan dan Plt. Kabid Ekonomi Kreatif Disparbud Ketapang.
Dalam sambutannya, Andreas Hardi mengatakan pelatihan ekonomi kreatif tersebut menghadirkan dua pemateri yang dinilai kompeten di bidangnya, yakni Maria Nopriyanti, S.TP., M.P. dari Politeknik Negeri Pontianak dan Setra Kusumardana dari Yayasan WEBE Ketapang.
Puluhan pelaku ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Materi pelatihan diarahkan pada peningkatan kualitas produksi serta strategi pemasaran produk.
Andreas menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membantu para pelaku ekonomi kreatif dalam memahami pentingnya packaging dan branding sebagai bagian dari strategi pemasaran yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk.
“Melalui kegiatan ini, pelaku ekonomi kreatif dapat memilih kemasan dan branding yang tepat bagi produknya. Packaging dan branding produk dapat meningkatkan minat serta daya beli konsumen,” ujar Andreas.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kepada pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi wadah interaksi antara pelaku usaha dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, khususnya Disparbud.
Menurutnya, komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan pelaku ekonomi kreatif sangat penting untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang.
“Pelatihan ini kami harapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama, baik antarpelaku ekonomi kreatif maupun dengan pemerintah daerah, sehingga dapat mendorong tumbuhnya para pelaku ekonomi kreatif di daerah ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Simon, S.E., M.E., menuturkan bahwa salah satu tugas bidang ekonomi kreatif Disparbud adalah memberikan pembinaan kepada para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
Ia menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif dan UMKM merupakan salah satu bagian penting dalam struktur perekonomian yang dinilai memiliki kemampuan bertahan ketika terjadi krisis.
“Mengapa kita fokus pada pelaku ekonomi kreatif dan UMKM? Pertama, pelaku ekonomi kreatif dan UMKM merupakan salah satu ujung tombak ekonomi. Selanjutnya, masyarakat Indonesia banyak bekerja di bidang ini, sehingga potensi ekspor dapat bertambah dan berdampak pada keseimbangan perekonomian,” ungkap Simon.
Melalui pelatihan tersebut, Disparbud Ketapang berharap para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM semakin mampu meningkatkan kualitas kemasan, membangun identitas merek yang kuat, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif.
Dengan demikian, produk-produk lokal Ketapang diharapkan semakin memiliki daya saing dan mampu memperluas pasar, baik di tingkat daerah, nasional maupun berpotensi menembus pasar yang lebih luas.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Heri. S Disparbud Ketapang | Penulis : Denny



Tidak ada komentar:
Posting Komentar