TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Selasa, 14 Juli 2026
Dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 5 Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batulayang, mulai menjadi perhatian setelah beredar informasi dari pihak yang mengaku menerima laporan dari lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat dugaan bahwa sejumlah dana bantuan yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan siswa tidak sepenuhnya dirasakan manfaatnya. Dalam laporan tersebut juga disebutkan adanya dugaan dana sebesar sekitar Rp9,7 juta yang berkaitan dengan kegiatan perpisahan sekolah. Disebutkan pula bahwa sebelumnya pihak sekolah dikabarkan menyatakan dana tersebut tidak tersedia, namun kemudian muncul bukti yang menurut pelapor menunjukkan adanya pencatatan dana tersebut.
Selain itu, laporan juga menyinggung dugaan bahwa ketika siswa akan mengikuti kegiatan olahraga di luar daerah, alasan keterbatasan anggaran disampaikan kepada peserta. Namun, menurut pelapor, terdapat dugaan bahwa dana yang dimaksud sebenarnya tersedia.
Informasi lain yang turut disampaikan adalah dugaan bahwa sejumlah bantuan pemerintah untuk kepentingan siswa tidak seluruhnya tersalurkan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut, menurut sumber laporan, menimbulkan kekecewaan di kalangan sebagian siswa.
Hingga berita ini ditulis, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum ada keterangan maupun klarifikasi resmi dari pihak Kepala SMA Negeri 5 Pontianak terkait tuduhan yang beredar tersebut.
Apabila dugaan ini benar, maka aparat penegak hukum maupun instansi yang berwenang seperti Inspektorat, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, dan aparat pengawas internal diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap pengelolaan Dana BOS agar penggunaan anggaran pendidikan tetap transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengelolaan Dana BOS memang wajib dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Edi Samad



Tidak ada komentar:
Posting Komentar