-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Korupsi Rp10,22 Triliun untuk Negara

    Teras Indonesia News
    Rabu, 13 Mei 2026, 5:48:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-13T10:50:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com - Jakarta Pusat | Rabu, 13 Mei 2026

    Presiden Prabowo Subianto kembali hadir menyaksikan penyerahan aset hasil korupsi kepada negara. Kali ini, Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang dikenal sebagai Satgas PKH, menyerahkan hasil sitaan berupa lahan hutan seluas 3 juta hektare dan uang tunai senilai Rp10,22 triliun.


    Penyerahan yang berlangsung hari ini menjadi momen keempat kalinya Presiden Prabowo hadir langsung dalam proses pengembalian aset koruptor ke kas negara. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan pemberantasan korupsi dan memastikan hasil sitaan benar-benar kembali kepada rakyat.


    Uang sitaan sebesar Rp10,22 triliun langsung diserahkan kepada Kementerian Keuangan agar dapat dimasukkan ke kas negara. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan publik, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga program kesejahteraan sosial.


    Yang menarik, Satgas PKH menyampaikan bahwa bulan depan negara diperkirakan akan kembali menerima aset sitaan senilai kurang lebih Rp49 triliun. Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu capaian terbesar dalam upaya pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi di Indonesia.


    Langkah ini menunjukkan bahwa hukum tidak hanya berhenti pada vonis, tetapi juga pada pemulihan kerugian negara. Ketika aset-aset yang selama ini dikuasai secara ilegal dikembalikan, ruang fiskal negara menjadi lebih kuat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.


    Penyerahan aset hari ini adalah bukti bahwa pemberantasan korupsi harus berjalan bersamaan dengan ketegasan dalam menagih apa yang menjadi hak negara. Publik kini menanti tindak lanjut dari aset senilai Rp49 triliun yang disebut akan masuk bulan depan.


    Apakah pemerintah bisa menjaga konsistensi ini hingga ke tahap eksekusi dan pemanfaatan dana yang transparan? Itu yang akan menentukan apakah momentum ini menjadi perubahan nyata atau sekadar seremoni.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Gedung Kejagung RI | Penulis : Sanjaya

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar