TerasIndonesiaNews.com – Jakarta | 24 Mei 2026
Ketua Umum Gerakan Elang Muda Nusantara (GLADARA) menilai 19 bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan langkah nyata dalam membangun fondasi ekonomi, pangan, pendidikan, hingga investasi nasional.
Menurutnya, sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026, berbagai program strategis pemerintah mulai memperlihatkan hasil yang signifikan dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Pemerintahan Prabowo-Gibran bergerak cepat. Fokus pembangunan terlihat jelas, mulai dari swasembada pangan, peningkatan kualitas SDM, industrialisasi, hingga penguatan ekonomi nasional,” tegas Ketua Umum GLADARA dalam keterangannya.
Di bidang ekonomi dan investasi, realisasi investasi nasional disebut berhasil menembus target lebih cepat dari jadwal. Hingga September 2025, investasi mencapai Rp1.434 triliun atau naik 13,7 persen dibanding tahun sebelumnya serta membuka sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I 2025 tercatat berada di atas 5 persen. Pemerintah juga terus menjaga stabilitas APBN 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dan defisit sekitar 2,5 persen terhadap PDB.
Dalam sektor sosial dan pangan, program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program unggulan yang paling dirasakan masyarakat. Hingga Januari 2026, program tersebut telah menyalurkan sekitar 59,8 juta porsi makanan per hari kepada anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi besar untuk masa depan generasi Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah juga dinilai berhasil memperkuat ketahanan pangan nasional. Produksi beras dan jagung meningkat drastis, sementara cadangan beras Bulog mencapai 4,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Program pembukaan ratusan ribu hektare sawah baru juga terus berjalan.
Di bidang pendidikan dan pengembangan SDM, pemerintahan Prabowo-Gibran mempercepat pembangunan Sekolah Garuda Unggul, Sekolah Rakyat, hingga SMA Taruna Nusantara di berbagai daerah. Sementara itu, tunjangan guru non-PNS kini langsung ditransfer ke rekening penerima tanpa potongan.
Ketua Umum GLADARA juga menyoroti keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau Ibu Kota Nusantara yang tetap menjadi prioritas pemerintah. Selain itu, pembentukan Danantara dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga dan mengelola kekayaan negara dalam jangka panjang.
Di sektor internasional, pemerintah disebut berhasil memperkuat posisi Indonesia melalui kerja sama investasi dengan Inggris, dukungan masuk BRICS dan New Development Bank, hingga tampil aktif dalam forum ekonomi dunia di Davos.
“Selama 19 bulan ini terlihat arah pembangunan nasional semakin fokus dan terukur. Pemerintah tidak hanya bicara program, tetapi mulai menunjukkan hasil konkret yang dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Ketum GLADARA | Penulis : Iwan Baraya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar