TerasIndonesiaNews.com - Pontianak, Kalimantan Barat | Jum'at, 03 Juli 2026
Adanya rencana demonstrasi di Pontianak, Kalimantan Barat, hari ini Organisasi Melayu dari Barisan pemuda melayu(BPM)angkat bicara masalah pemadaman listrik membuat aktivitas warga kota pontianak dan Kubu Raya merasa terganggu.
Pemadaman listrik di Pontianak terjadi akibat gangguan operasional pada pembangkit, bukan karena krisis pasokan batu bara. Masalah teknis ini memicu pemadaman listrik di berbagai wilayah seperti Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya.Pihak PLN memastikan bahwa pasokan energi primer dan bahan bakar pembangkit aman, serta saat ini terus melakukan percepatan perbaikan dan pemeliharaan untuk memulihkan suplai daya ke sistem kelistrikan Kalimantan Barat., Ketua Umum Barisan Pemuda Melayu(BPM), telah mendesak PLN agar mempercepat pemulihan dan memberikan informasi transparan kepada masyarakat resah ulah PLN Tersebut.
Saye ingatkan kalau masih belum juga normal pemadaman listrik ini dan Akan mengadakan Demonstrasi terkait pemadaman listrik di Kalimantan dilakukan oleh Barisan Pemuda melayu(BPM) karena pemadaman bergilir yang disebabkan oleh gangguan operasional unit pembangkit listrik dan pemeliharaan jaringan. Aksi ini menuntut kejelasan, perbaikan pasokan listrik, dan pertanggungjawaban operasional dari PT PLN (Persero).
Pemadaman bergilir yang belakangan ini terjadi di beberapa area Kalimantan hal ini memicu protes dan keluhan warga. Di berbagai daerah,hari ini BPM Kalbar menyuarakan keresahannya karena pemadaman berdampak langsung pada kelancaran aktivitas, ekonomi, dan fasilitas umum. Menanggapi hal tersebut, pihak PLN biasanya memberikan penjelasan terkait kendala pada sistem interkoneksi dan ini kami tegas kan.
"Gusti Eddy' juga mendesak pimpinan PLN menunjukkan integritas etika dan moral yang baik ketika memegang kendali perusahaan.Kepemimpinan yang mencederai kepercayaan publik tidak berhak memimpin PLN dan harus di Evaluasi penyegaran,” ujar Ketum BPM.
Menurutnya, kerugian yang dialami tidak hanya bersifat materi, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sosial dan keamanan. “Dua hari tanpa listrik membuat roda ekonomi Kalimantan Barat bisa lumpuh total,” Gusti Eddy.
Kami meminta pemerintah pusat dan menteri terkait untuk melakukan evaluasi mau pun penyegaran terhadap pimpinan PLN wilayah Kalimantan Barat dan kami meminta aparat penegak hukum dan Forkopimda untuk melakukan Investigasi terhadap kejadian ini pemadaman listrik sampai melumpuhkan kan ekonomi dan meresah kan masyarakat Kalimantan Barat.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : BPM Ketapang | Penulis : Zaldi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar