Saya menjalani dua peran dalam kehidupan sehari-hari: sebagai wartawan media online dan sebagai pedagang tahu di Pasar Bambu Kuning, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua peran ini saya jalani dengan prinsip yang sama, yaitu kejujuran dan tanggung jawab.
Menjadi wartawan tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga integritas. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, saya berpegang pada prinsip dasar pers: menyampaikan fakta apa adanya, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi yang disampaikan kepada publik harus bebas dari intervensi, tekanan, maupun kepentingan tertentu.
Kebenaran tidak boleh dinegosiasikan. Yang keliru harus disebut keliru, dan yang benar harus diakui sebagai kebenaran.
Dalam praktik di lapangan, tantangan terhadap independensi pers masih sering ditemui. Namun tekanan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengaburkan fakta. Pers yang takut pada tekanan akan kehilangan fungsinya sebagai penyampai informasi dan pengawas sosial.
Pemberitaan yang jujur dan kritis bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah atau institusi mana pun. Sebaliknya, pers yang bekerja berdasarkan fakta justru merupakan mitra strategis dalam membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kritik yang disampaikan secara objektif adalah bagian dari kontribusi warga negara dalam kehidupan demokrasi.
Profesi wartawan menuntut keberanian moral, konsistensi, dan kesetiaan pada kepentingan publik. Integritas tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi atau status sosial, melainkan oleh sikap dan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran.
Selama saya masih menjalankan tugas jurnalistik, saya berkomitmen untuk tetap menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan realitas di lapangan, tanpa dilebih-lebihkan dan tanpa disembunyikan. Karena hanya dengan pers yang jujur, masyarakat dapat memperoleh haknya atas informasi yang benar, dan negara dapat berjalan di jalur yang semestinya.
Kebenaran bukan untuk disesuaikan dengan kepentingan, tetapi untuk disampaikan dengan tanggung jawab.
Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : Liputan Sanjaya

