TerasIndonesiaNews.com - Sukabumi, Jawa Barat | Selasa, 01 Agustus 2026
Suasana haru, bangga, dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Olahraga (GOR) PGRI Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (31/8/2026). Tangis haru mewarnai acara pelepasan purna tugas Camat Gunungguruh, Bapak Kusyana, S.IP., M.Si. Kegiatan sakral bertajuk "Mengenang Pengabdian, Mengukir Kenangan" ini tidak sekadar menjadi momentum perpisahan, melainkan ajang perayaan atas dedikasi luar biasa dan deretan prestasi yang telah diukir selama masa kepemimpinannya.
Gedung yang berkapasitas ratusan orang tersebut dipenuhi oleh berbagai elemen masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir secara kedinasan. Kehadiran unsur Muspika, para kepala desa, tokoh agama, pimpinan Karang Taruna, hingga warga pemuda menjadi bukti betapa lekatnya sosok Kusyana di hati masyarakat Gunungguruh.
Selama mengemban amanah sebagai Camat Gunungguruh, Bapak Kusyana dikenal sebagai sosok pemimpin yang santun, adatif, serta berorientasi pada hasil. Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Gunungguruh mengalami kemajuan signifikan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur desa, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Salah satu pencapaian yang paling dikenang oleh warga adalah komitmen beliau dalam mendorong modernisasi pelayanan di tingkat kecamatan. Melalui pendekatan yang humanis, beliau berhasil memangkas birokrasi sehingga masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan dokumen publik secara cepat dan tanpa hambatan.
Tidak hanya itu, Kusyana juga aktif menggalang potensi kepemudaan. Melalui kolaborasi erat bersama Karang Taruna dan lembaga swadaya masyarakat, pelbagai program pembinaan kewirausahaan pemuda berhasil digulirkan, mencetak generasi muda Gunungguruh yang mandiri dan berdaya saing.
Dalam sambutan perpisahannya yang penuh emosional, Kusyana mengungkapkan rasa syukur mendalam atas dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih selama ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi yang harmonis.
"Selama menjabat sebagai Camat Gunungguruh, kami dapat bersinergi bersama semua pihak. Kebersamaan ini adalah kenangan paling indah dalam perjalanan hidup saya. Saya tidak akan bisa berdiri di sini tanpa bantuan, doa, dan dukungan dari para kepala desa, unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Gunungguruh yang luar biasa," ujar Kusyana dengan suara bergetar menahan haru.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh tamu undangan. Kerendahan hati dan kesiapan beliau untuk selalu mendengarkan aspirasi warga dari tingkat bawah menjadi alasan utama mengapa kepemimpinannya meninggalkan pesan mendalam ke lapangan tanpa mengenal lelah.
Salah satu kepala desa menuturkan bagaimana Bapak Kusyana selalu hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah maupun kegiatan gotong royong warga, bahkan di luar jam kerja resmi. Kebiasaan beliau yang menyapa warga dengan ramah dan mendengarkan keluhan secara langsung tanpa jarak menjadikannya lebih dari sekadar pejabat birokrasi—beliau adalah sosok orang tua dan pengayom bagi masyarakat.
Meski kini secara resmi memasuki masa purna tugas, warisan kebaikan, integritas, dan semangat gotong royong yang ditanamkan oleh Bapak Kusyana dipastikan akan terus menyala di Kecamatan Gunungguruh.
Acara pelepasan diakhiri dengan prosesi pemberian cenderamata, ucapan selamat, dan ramah tamah. Isak tangis dan pelukan hangat dari para pegawai serta tokoh masyarakat mengiringi langkah beliau meninggalkan arena acara. Selamat memasuki masa purna tugas, Bapak Kusyana, S.IP., M.Si. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kenangan indah yang telah diukir untuk kemajuan Kecamatan Gunungguruh.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Camat Gunungguruh | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar