TerasIndonesiaNews.com – Jakarta | Kamis, 02 Juli 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan resmi Presiden Republik Belarus, Alexander Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kunjungan kenegaraan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Belarus di berbagai sektor strategis.
Penyambutan berlangsung secara resmi dengan upacara kenegaraan yang diawali dentuman 21 kali meriam kehormatan, pemeriksaan pasukan, serta penghormatan dari jajaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Presiden Lukashenko hadir bersama Menteri Luar Negeri Belarus, Menteri Industri, serta Duta Besar Belarus untuk Indonesia. Sementara Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pertanian.
Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 60 menit di Ruang Kredensial Istana Merdeka, kedua kepala negara membahas sejumlah agenda strategis guna mempererat kerja sama kedua negara.
Empat sektor utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
- Pertanian dan Ketahanan Pangan, melalui penjajakan impor pupuk kalium dari Belarus serta alih teknologi traktor guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
- Industri dan Perdagangan, dengan rencana pembentukan joint venture pembangunan pabrik alat berat Belarus di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.
- Pertahanan, mencakup peningkatan kerja sama pendidikan militer serta pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
- Pendidikan, melalui penyediaan beasiswa bidang teknik dan pertukaran pelajar pada program sains terapan.
Sebagai tindak lanjut, kedua negara menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) yang meliputi kerja sama di bidang industri, pertanian, serta pembentukan Forum Bisnis Indonesia–Belarus. Nilai potensi perdagangan awal dari kerja sama tersebut diproyeksikan mencapai USD 500 juta.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
"Indonesia terbuka bagi mitra yang ingin tumbuh bersama. Belarus memiliki teknologi yang dapat mendukung program hilirisasi industri dan memperkuat kedaulatan pangan nasional," ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Presiden Alexander Lukashenko menyampaikan optimismenya terhadap hubungan kedua negara.
"Kami memandang Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia. Kerja sama yang dibangun hari ini bersifat konkret dan berorientasi pada hasil, bukan sekadar seremoni," katanya.
Dalam suasana penuh keakraban, Presiden Prabowo juga mengundang Presiden Lukashenko untuk beristirahat dan menginap di Istana Kepresidenan. Undangan tersebut menjadi momen bersejarah sebagai kali pertama seorang Presiden Belarus menerima kehormatan untuk bermalam di lingkungan Istana Negara Indonesia.
Usai pertemuan bilateral, kedua kepala negara menggelar konferensi pers bersama dan menghadiri jamuan santap siang kenegaraan. Rangkaian kunjungan Presiden Lukashenko akan dilanjutkan pada Jumat (3/7/2026) dengan agenda meninjau PT Pindad di Bandung sebagai bagian dari penjajakan kerja sama sektor industri pertahanan.
Editor: Tim Redaksi | Penulis: Muchlasin | Sumber: Kantor Istana Presiden



Tidak ada komentar:
Posting Komentar