TerasIndonesiaNews.com – Jakarta | Sabtu, 10 Juli 2026
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai isu yang menyeret oknum internal Kejaksaan Agung seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat reformasi dan mengembalikan kepercayaan publik, bukan dipandang sebagai kemunduran.
Dalam tulisannya Seandainya Saya Jaksa Agung, Jumat (10/7/2026), Toto mengajak seluruh lembaga penegak hukum mengedepankan kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral. Langkah Polri mengusut dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum Kejaksaan dinilai sebagai bagian dari mekanisme checks and balances yang sehat demi penegakan hukum yang transparan.
Ia menegaskan bahwa aparat yang melanggar hukum merupakan pengkhianatan terhadap negara dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap proses hukum harus berjalan berdasarkan alat bukti, bukan kepentingan politik, sentimen pribadi, atau persaingan antar-institusi.
Menurut Toto, keberanian membersihkan internal justru akan membuat Kejaksaan Agung semakin kuat, kredibel, dan dipercaya publik. Komitmen tersebut juga dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pemberantasan korupsi yang bersih, profesional, dan berintegritas.
Di akhir tulisannya, Toto memberikan apresiasi kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin dan berharap momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Jika berhasil, langkah tersebut diyakini akan menjadi warisan penting dalam sejarah penegakan hukum Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Toto Izul Fatah | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar