-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aktivis Panca Soroti Dugaan TPPO di Arab Saudi, Warga Sukabumi Kritis Diduga Jadi Korban Calo Ilegal

    Teras Indonesia News
    Sabtu, 11 Juli 2026, 12:23:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-07-10T17:23:58Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesia News.com – Sukabumi, Jawa Barat | Sabtu, 11 Juli 2026

    Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menjadi sorotan setelah Evi Mentari, warga Jalan RA Kosasih, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, dilaporkan kritis dan tidak sadarkan diri di Arab Saudi.


    Kasus ini memicu keprihatinan Aktivis Kemanusiaan Panca, yang menduga korban menjadi bagian dari praktik perekrutan pekerja migran secara ilegal. Menurutnya, sindikat TPPO masih aktif memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat dengan iming-iming gaji besar dan proses keberangkatan yang cepat.


    Sebagai bentuk kepedulian, Panca mengajukan permohonan penanganan khusus kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Pada Jumat (10/7/2026), ia bersama jajaran Disnaker, Puskesos, aparat kepolisian, perangkat kelurahan, RT/RW, serta perwakilan Pemerintah Kota Sukabumi mengunjungi keluarga korban untuk memberikan dukungan sekaligus mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut.


    Panca mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi. Menurutnya, banyak korban diberangkatkan menggunakan visa kunjungan atau visa umrah, tanpa kontrak kerja yang sah dan tanpa perlindungan hukum.


    Ia menegaskan, pekerja migran yang legal harus melalui perusahaan resmi, terdaftar di Disnaker, menggunakan visa kerja, memiliki perjanjian kerja yang jelas, serta mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan.


    "Kita tidak boleh kalah oleh mafia perdagangan orang. Jangan sampai ada korban berikutnya. Laporkan setiap perekrutan yang mencurigakan kepada Disnaker atau kepolisian," tegas Panca.


    Panca juga mendesak pemerintah memperkuat edukasi dan pengawasan hingga tingkat RT/RW agar praktik perekrutan ilegal dapat dicegah sejak dini.


    Kini masyarakat menanti langkah cepat pemerintah bersama Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Arab Saudi untuk memastikan Evi Mentari memperoleh perawatan medis serta dapat dipulangkan ke Indonesia dengan selamat.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Pak Panca | Penulis : Deta

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    NamaLabel

    +