TerasIndonesiaNews – Sukabumi, Jawa Barat | Selasa, 23 Juni 2026
Di Kampung Cigedang, Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Udin (35) bersama istri dan anak-anaknya hidup dalam kondisi memprihatinkan di rumah yang seluruhnya terbuat dari bilik bambu lapuk dan bolong.
Saat hujan turun, air masuk dari atap yang rusak. Ketika malam tiba, angin dingin bebas menembus dinding rumah yang rapuh. Kondisi tersebut dinilai sangat tidak layak huni dan berisiko bagi keselamatan keluarga.
Pemerhati sosial, Paul, yang meninjau langsung lokasi mengaku heran karena keluarga Udin belum tersentuh program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun bantuan sosial dari Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Sukabumi.
"Rumah seperti ini seharusnya menjadi prioritas. Sangat tidak masuk akal jika tidak masuk program Rutilahu maupun bantuan sosial," tegas Paul.
Ia meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) turun langsung ke lapangan agar tidak menunggu kondisi semakin parah atau bahkan menimbulkan korban.
Ironi lainnya, anak-anak Udin yang masih bersekolah di tingkat SD dan SMP juga belum menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini belum diketahui penyebab mereka tidak terdaftar dalam program tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pendataan dan penyaluran bantuan bagi warga miskin di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, Disperkim, Dinas Sosial, dan Baznas Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi keluarga Udin.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan agar keluarga Udin memperoleh hak atas tempat tinggal yang layak, bantuan sosial, dan akses program kesejahteraan yang semestinya mereka terima.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Pak Paul | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar