-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    “Jawaban Sama, Nilai Berbeda!” — Skandal LCC MPR RI Kalbar Meledak, TOTAS LIRA Kalbar Desak Audit Total Dewan Juri

    Teras Indonesia News
    Rabu, 13 Mei 2026, 12:23:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-13T05:23:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Rabu, 13 Mei 2026

    Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat kini berubah menjadi sorotan nasional. Dugaan ketidakobjektifan penilaian dewan juri memicu gelombang kritik publik setelah muncul fakta adanya jawaban serupa dari peserta namun menghasilkan nilai yang berbeda.


    Peristiwa tersebut menyeret nama MPR RI hingga akhirnya Sekretariat Jenderal MPR RI secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada publik serta menonaktifkan dewan juri dan MC untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.


    Kasus ini bermula saat peserta dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan juri terkait jawaban mengenai proses pemilihan anggota BPK. Peserta menilai jawaban yang mereka sampaikan pada dasarnya sama dengan peserta lain, namun justru memperoleh pengurangan nilai. Sementara peserta lain dengan substansi jawaban serupa mendapatkan nilai penuh.


    Kejadian itu langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk Ketua TOTAS sekaligus perwakilan LIRA Kalbar yang menilai polemik tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut dunia pendidikan dan mental generasi muda.


    “Ini bukan sekadar lomba biasa. Ini membawa nama lembaga negara dan berbicara tentang pendidikan karakter generasi muda. Kalau penilaian saja dipertanyakan publik karena dianggap tidak objektif, maka ini tamparan serius bagi integritas pelaksanaan kegiatan,” tegas TOTAS LIRA Kalbar.


    Menurutnya, kejadian tersebut berpotensi merusak kepercayaan pelajar terhadap nilai keadilan dan sportivitas apabila tidak ditangani secara transparan dan profesional.


    “Jangan sampai anak-anak muda kehilangan kepercayaan terhadap sistem hanya karena ada dugaan ketidakadilan dalam perlombaan pendidikan. Pendidikan harus menjadi tempat paling bersih dari kepentingan dan subjektivitas,” ujarnya.


    TOTAS LIRA Kalbar juga menilai langkah MPR RI meminta maaf dan menonaktifkan juri merupakan bentuk pengakuan bahwa persoalan tersebut memang serius dan tidak bisa dianggap selesai hanya dengan klarifikasi biasa.


    “Kalau sampai dewan juri dan MC dinonaktifkan, berarti memang ada persoalan besar yang harus dibenahi. Karena itu kami mendesak audit total terhadap mekanisme penilaian, profesionalisme panitia, hingga transparansi sistem lomba,” katanya.


    Ia juga mengapresiasi keberanian peserta yang menyampaikan protes secara terbuka demi memperjuangkan apa yang dianggap sebagai kebenaran.


    “Keberanian pelajar menyuarakan keberatan secara santun harus diapresiasi, bukan justru dianggap melawan. Ini bukti bahwa generasi muda hari ini mulai berani berpikir kritis dan memperjuangkan keadilan,” tambahnya.


    LIRA Kalbar meminta agar polemik tersebut menjadi momentum evaluasi nasional terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan pendidikan yang membawa nama lembaga negara agar benar-benar menjunjung objektivitas dan keadilan.


    “Jangan sampai tujuan membangun karakter bangsa justru tercoreng oleh dugaan ketidakprofesionalan panitia dan dewan juri. Publik ingin melihat langkah nyata, bukan sekadar permintaan maaf,” pungkas TOTAS LIRA Kalbar.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber LIRA Kalbar | Penulis : Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar