TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Kamis, 07 Mei 2026
Warga mengeluhkan aroma tak sedap yang diduga berasal dari limbah aktivitas pengolahan makanan. Ironisnya, bangunan disebut langsung dioperasikan usai selesai dibangun meski saluran limbah belum tersedia secara jelas.
“Bangunan selesai langsung dipakai. Sampai sekarang saluran limbahnya belum jelas. Ini sangat mengganggu warga,” ungkap salah satu warga.
Tak hanya itu, lokasi MBG juga disebut berada dekat area pemotongan babi sehingga memunculkan kekhawatiran serius terkait standar kebersihan dan higienitas program makanan bergizi tersebut.
Sorotan makin tajam karena hingga kini tidak ditemukan plang atau identitas yayasan maupun pihak pengelola di lokasi. Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaktransparanan dalam operasional MBG tersebut.
Ketua LIRA Kalbar, Edi Samat, menegaskan operasional MBG Sei Selamat wajib dihentikan sementara sampai seluruh syarat lingkungan, sanitasi, dan administrasi dipenuhi secara terbuka.
“Kalau dari awal tidak memenuhi standar, kenapa bisa tetap beroperasi? Ini bukan persoalan kecil. Program untuk masyarakat jangan sampai malah jadi sumber masalah baru,” tegasnya.
Edi juga meminta evaluasi total terhadap pengawasan MBG di tingkat regional Kalimantan Barat. Menurutnya, jika kepala regional tidak mampu melakukan pengawasan dengan baik, maka harus segera diganti.
“Perlu evaluasi serius terhadap kepala regional Kalbar. Kalau tidak mampu mengevaluasi dan membenahi persoalan ini, lebih baik diganti. Jangan sampai dugaan pelanggaran seperti ini terus dibiarkan,” ujarnya keras.
LIRA Kalbar menilai dugaan lemahnya pengawasan telah mencoreng tujuan baik program MBG. Mereka mendesak pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan sebelum persoalan semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola MBG maupun pihak regional Kalbar terkait berbagai dugaan tersebut.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : LIRA Kalbar | Penulis : Ical



Tidak ada komentar:
Posting Komentar