-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ekonomi Indonesia Q1 2025 Tetap Solid, Gladara Dorong Pertumbuhan Inklusif Dan Penciptaan Lapangan Kerja

    Teras Indonesia News
    Kamis, 07 Mei 2026, 11:12:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-07T04:12:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com - Bekasi, Jawa Barat | Kamis, 07 Mei 2026

    Gerakan Elang Muda Nusantara (GLADARA) menyampaikan apresiasi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2025 yang dinilai masih berada pada jalur positif dan cukup solid di tengah dinamika ekonomi global.


    Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Q1 2025 tumbuh sebesar 4,87 persen secara year on year (yoy). Meski sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,02 persen, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga.


    Ketua Umum Gerakan Elang Muda Nusantara (GLADARA), Sapri Sartiwan, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi ini menjadi sinyal optimisme bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.


    “Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan angka yang cukup baik. Ini menjadi bukti bahwa daya tahan ekonomi nasional tetap kuat dan harus terus dijaga bersama,” ujar Sapri Sartiwan.


    Pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2025 didorong oleh beberapa sektor utama, di antaranya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,89 persen yoy seiring meningkatnya aktivitas masyarakat saat libur tahun baru dan Idulfitri. Selain itu, ekspor juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,78 persen yoy akibat meningkatnya permintaan dari mitra dagang utama serta kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.


    Sejumlah sektor unggulan turut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, Transportasi dan Pergudangan, hingga sektor Pertanian yang mengalami peningkatan berkat momentum panen raya padi dan jagung.


    Namun demikian, GLADARA menilai pemerintah tetap perlu memberikan perhatian serius terhadap beberapa tantangan ekonomi, terutama pertumbuhan investasi baru yang masih berada di angka 2,12 persen serta kontraksi belanja pemerintah sebesar 1,38 persen.


    Bank Indonesia sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 berada di kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) mendorong pemerintah agar terus memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penciptaan lapangan kerja formal, penguatan pendidikan vokasi, serta pengembangan industri manufaktur padat karya.


    GLADARA menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.


    “Kami berharap pertumbuhan ekonomi bukan hanya kuat di angka statistik, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama generasi muda, pelaku UMKM, dan para pencari kerja,” tutup Sapri Sartiwan.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Ekonomi Indonesia Triwulan | Penulis : Iwant Baraya

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar