TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Rabu, 20 Mei 2026
Ledakan dahsyat kapal kayu bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) di perairan Sungai Pawan, kawasan Sukabangun RT 11, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, kembali menyisakan duka mendalam. Insiden mengerikan yang terjadi di jalur distribusi menuju kawasan Pulau Penebang itu kini menjadi sorotan publik setelah menelan korban jiwa.
Korban diketahui bernama Ishak, pemilik kapal yang sebelumnya mengalami luka bakar serius hampir di seluruh tubuhnya. Setelah sempat menjalani perawatan intensif, Ishak akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu malam, 2 Mei 2026 sekitar pukul 22.30 WIB. Kapal kayu yang diduga mengangkut Pertalite, Solar, dan Pertamax tiba-tiba meledak hebat sebelum dilalap api di tengah perairan Sungai Pawan.
Dentuman keras dari ledakan disebut terdengar hingga ratusan meter dan membuat warga sekitar panik berhamburan keluar rumah. Beberapa warga bahkan mengaku rumah mereka sempat bergetar akibat kuatnya ledakan.
“Belum pernah ada ledakan sebesar ini di sini, suara ledakannya sangat keras sampai rumah terasa berguncang,” ungkap salah seorang warga.
Selain BBM, kapal juga diduga membawa tabung oksigen dan sejumlah logistik menuju kawasan operasional PT.KAN dan PT.HARITA CMI di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara. Bahkan muncul dugaan adanya muatan bahan peledak untuk kebutuhan aktivitas pertambangan, meski hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Tragedi ini pun memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan aktivitas pelayaran dan distribusi barang berbahaya di jalur tersebut. Publik mulai mempertanyakan legalitas muatan kapal, izin distribusi BBM, hingga pengawasan bongkar muat yang menjadi kewenangan Syahbandar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Syahbandar belum memberikan penjelasan resmi terkait dokumen kapal maupun manifest muatan. Sementara pihak PT.KAN dan PT.HARITA CMI juga belum memberikan klarifikasi terkait dugaan tujuan pengiriman barang menuju kawasan operasional perusahaan mereka.
Tokoh masyarakat Ketapang, Ujang Yansyah, meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera bertindak tegas untuk menertibkan aktivitas bongkar muat ilegal demi mencegah tragedi serupa kembali terjadi.
“Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat lemahnya pengawasan distribusi BBM dan barang berbahaya di jalur perairan ini,” tegasnya.
Sementara itu, masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab ledakan, status legalitas muatan kapal, hingga kemungkinan adanya unsur pidana dalam aktivitas pengangkutan BBM menuju kawasan industri dan pertambangan di Pulau Penebang.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Dedi. S | Penulis : Syafriudin



Tidak ada komentar:
Posting Komentar