-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dasco–Jokowi Jadi Sorotan di Sidang Paripurna, LIRA Kalbar: Jangan Sampai Jadi Kegaduhan Politik

    Teras Indonesia News
    Kamis, 21 Mei 2026, 7:19:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-21T12:19:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Kalimantan Barat | Kamis, 21 Mei 2026

    Potongan video dari sidang paripurna DPR RI yang memperlihatkan ucapan diduga dilontarkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, kini ramai menjadi pembahasan publik dan media sosial.


    Dalam tayangan yang beredar, terdengar ucapan bernada sindiran yang diduga disampaikan Dasco usai pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027. Ucapan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi politik mengenai hubungan sejumlah elite nasional.


    Banyak pihak mempertanyakan maksud dari pernyataan itu, terlebih forum yang digunakan merupakan sidang resmi kenegaraan. Publik pun mulai mengaitkan dinamika tersebut dengan perubahan arah komunikasi politik nasional pasca Pilpres 2024.


    Pengamat politik Muhammad Sholeh menilai, peristiwa tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Menurutnya, ucapan yang terekam dalam forum resmi DPR RI tentu akan menimbulkan berbagai tafsir politik.


    “Publik tentu bertanya, ada apa sebenarnya sampai muncul ucapan seperti itu dalam forum resmi DPR,” ujarnya.


    Hingga kini belum ada klarifikasi resmi baik dari Dasco maupun pihak DPR RI terkait ucapan yang menjadi viral tersebut. Namun demikian, sejumlah kalangan meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang dapat memperkeruh suasana politik nasional.


    Menanggapi ramainya polemik tersebut, DPW LIRA Kalimantan Barat turut memberikan pandangan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik politik berkepanjangan.


    Perwakilan LIRA Kalbar menyampaikan bahwa dinamika dan sindiran dalam dunia politik merupakan hal yang lumrah selama masih berada dalam koridor etika dan demokrasi.


    “Jangan sampai publik langsung menggiring persoalan ini menjadi kegaduhan politik nasional. Bisa saja ini bagian dari seni komunikasi dalam politik yang biasa terjadi antar elite,” ujar perwakilan LIRA Kalbar.


    LIRA Kalbar juga berharap seluruh tokoh politik nasional tetap menjaga kondusivitas dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama di tengah situasi bangsa yang membutuhkan persatuan dan stabilitas.


    “Perbedaan pendapat atau dinamika antar tokoh itu biasa. Yang penting jangan sampai memecah belah masyarakat. Politik harus memberi edukasi, bukan memperkeruh keadaan,” tambahnya.


    Saat ini publik masih menunggu penjelasan resmi terkait potongan video tersebut agar tidak terus menimbulkan berbagai spekulasi liar di tengah masyarakat.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : LIRA Kalbar | Penulis : Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar