-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    TERUNGKAP! DAYCARE HOROR DI YOGYAKARTA 103 Anak Diduga Jadi Korban, Disiksa dan Diperlakukan Tak Manusiawi — Pelaku Harus Dihukum Seberat-beratnya!

    Teras Indonesia News
    Minggu, 26 April 2026, 11:31:00 AM WIB Last Updated 2026-04-26T04:31:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com - Pontianak, Kalimantan Barat | Minggu, 26 April 2026

    Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Yogyakarta, mengguncang nurani publik. Fakta yang terungkap bukan sekadar kelalaian, tetapi mengarah pada tindakan keji yang sulit diterima akal sehat. Anak-anak yang seharusnya dilindungi justru diduga menjadi korban perlakuan tidak manusiawi—ditidurkan tanpa pakaian, tanpa alas, bahkan dengan tangan dan kaki diikat.


    Lebih mencengangkan, dari total 103 anak yang tercatat, sebanyak 53 anak diduga mengalami kekerasan fisik. Kondisi ini diperparah dengan dugaan anak-anak kerap pulang dalam keadaan lapar, yang mengindikasikan adanya perampasan hak dasar mereka.


    Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Barat mengecam keras peristiwa ini dan menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas kemanusiaan.


    “Ini bukan lagi kelalaian, ini adalah tindakan kejam yang tidak bisa ditoleransi. Perlakuan terhadap anak-anak seperti ini sudah di luar batas nalar dan hati nurani manusia,” tegas perwakilan LIRA Kalbar.


    LIRA menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak tegas tanpa kompromi.


    “Kami mendesak agar seluruh pihak yang terlibat diproses hukum secara menyeluruh dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Jangan ada yang dilindungi. Ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa.”


    Lebih lanjut, LIRA juga menyoroti fakta bahwa daycare tersebut diduga beroperasi tanpa izin resmi, yang menunjukkan adanya kelalaian pengawasan dari pihak terkait.


    “Ini harus jadi evaluasi total. Jangan sampai tempat penitipan anak ilegal seperti ini terus beroperasi dan menjadi ancaman bagi keselamatan anak-anak.”


    Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak—baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat. Anak-anak adalah kelompok paling rentan yang wajib dilindungi, bukan menjadi korban kekerasan.


    Jika tindakan sekeji ini tidak ditindak tegas, maka keadilan telah gagal melindungi yang paling lemah.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : LIRA Kalbar | Penulis : Totas

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar