-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bendahara PWI Kalbar Ungkap Minim Pelibatan Pengurus dan Dana Masuk ke Rekening Pribadi Ketua

    Teras Indonesia News
    Sabtu, 06 Juni 2026, 10:33:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-06-06T03:33:48Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Sabtu, 06 Juni 2026

    Polemik dugaan proposal bermasalah yang menyeret Ketua PWI Kalbar, Kundori, terus berkembang. Bendahara PWI Kalbar, Muhammad Al Jauhari Fatria, dalam klarifikasi tertulis kepada Dewan Kehormatan (DK) PWI Kalbar mengaku selama menjabat sangat minim dilibatkan dalam urusan administrasi dan keuangan organisasi.


    Jauhari mengungkap, sekitar Agustus 2025 dirinya menerima informasi beserta bukti transfer bahwa dana bantuan Rp13 juta dari salah satu mitra PWI Kalbar masuk ke rekening pribadi Kundori. Setelah dikonfirmasi, Kundori disebut mengakui dana tersebut merupakan bantuan untuk kepentingan PWI Kalbar.


    Menurut Jauhari, peristiwa itu memunculkan kecurigaan adanya proposal bantuan lain yang beredar tanpa sepengetahuan pengurus maupun bendahara. Kecurigaan tersebut menguat dalam rapat pengurus pada 3 Mei 2026 saat Kundori mengakui telah menyebarkan proposal kepada sejumlah mitra tanpa sepengetahuan pengurus dan menerima dana bantuan melalui rekening pribadinya.


    “Seingat saya, jumlah dana yang diakui masuk berkisar sekitar Rp65 juta,” tulis Jauhari, seraya menegaskan angka tersebut berdasarkan pengakuan dalam rapat dan bukan hasil audit.


    Ia juga menyoroti sejumlah kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Sintang, Sekadau, dan Mempawah yang disebut minim koordinasi dengan bidang organisasi dan pendidikan PWI Kalbar. Selain itu, ia mengungkap adanya dana Rp5 juta pasca-OKK Sintang yang diterima Kundori namun tidak pernah tercatat dalam administrasi bendahara.


    Jauhari turut meminta DK PWI Kalbar meminta keterangan mantan anggota Dewan Penasehat PWI Kalbar, Harry Daya, yang disebut pernah merasa nama pribadi dan medianya digunakan tanpa sepengetahuannya.


    Di akhir klarifikasi, Jauhari menegaskan bahwa keterangannya disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan pelibatan pengurus sesuai tugas masing-masing demi menjaga marwah organisasi dan kepercayaan publik terhadap PWI.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Totas

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    NamaLabel

    +