• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Proyek Sekolah Rakyat di Batu Layang Diduga Abaikan Warga: Lingkungan Rusak, Tenaga Lokal Disingkirkan, LIRA Kalbar Minta Diusut!

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-04-10T13:55:51Z

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Jumat, 10 April 2026

    Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, kini menjadi sorotan tajam publik. Program yang digadang-gadang sebagai proyek strategis justru dinilai sarat masalah dan mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.


    Warga mengeluhkan dampak langsung yang mereka rasakan sejak proyek berjalan. Jalan lingkungan berubah menjadi licin berlumpur saat hujan dan diselimuti debu tebal saat panas. Parahnya, hingga kini tidak terlihat adanya langkah pembersihan maupun pengendalian dampak dari pihak pelaksana proyek.


    “Ini bukan lagi sekadar gangguan, tapi sudah merugikan warga. Kami seperti dipaksa menanggung dampak tanpa solusi,” ungkap salah satu warga dengan nada geram.


    Tak hanya itu, kemarahan warga semakin memuncak setelah mengetahui bahwa tenaga kerja lokal nyaris tidak dilibatkan dalam proyek tersebut. Padahal, proyek berlangsung di lingkungan mereka sendiri.


    “Ini jelas tidak adil. Kami hanya jadi penonton di kampung sendiri,” tegas warga lainnya.


    Sorotan juga tertuju pada minimnya koordinasi dengan perangkat lingkungan seperti RT/RW. Warga menilai proyek berjalan tanpa komunikasi yang layak, seolah-olah mengabaikan keberadaan masyarakat sekitar.


    Menanggapi hal ini, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Barat angkat bicara. Melalui pernyataannya, LIRA Kalbar mengecam keras dugaan ketidakpedulian pihak pelaksana proyek terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.


    “Ini proyek pemerintah, bukan proyek yang boleh berjalan semaunya. Kalau benar masyarakat tidak dilibatkan dan lingkungan dibiarkan rusak, maka ini bentuk kelalaian serius,” tegas perwakilan LIRA Kalbar.


    LIRA Kalbar juga mendesak agar instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran, mereka meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai aturan yang berlaku.


    “Jangan sampai proyek yang seharusnya untuk rakyat justru menyengsarakan rakyat. Kami minta ini diusut, transparansi dibuka, dan masyarakat lokal wajib dilibatkan,” lanjutnya.


    Akibat akumulasi kekecewaan tersebut, warga kini bersiap menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Mereka menuntut keadilan, perbaikan lingkungan, serta hak untuk ikut terlibat dalam pekerjaan di wilayah mereka sendiri.


    Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai keluhan yang mencuat di tengah masyarakat.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini