TerasIndonesiaNews.com — Pontianak, Kalimantan Barat | Minggu, 24 Mei 2026
Sebuah SPBU yang berada di kawasan Jalan 28 Oktober, Siantan Hulu, Pontianak Utara, menjadi sorotan masyarakat setelah muncul dugaan adanya praktik pengisian BBM melebihi batas ketentuan kepada sejumlah kendaraan tertentu. Kondisi tersebut disebut-sebut memicu ketegangan hingga perkelahian antar sopir di lokasi.
Informasi yang diterima menyebutkan, para sopir yang hendak mengisi BBM kerap terlibat cekcok akibat dugaan adanya perlakuan tidak adil dalam antrean dan pengisian BBM hingga mencapai lebih dari 80 liter. Situasi ini bahkan disebut rawan memicu aksi premanisme dan penggunaan senjata tajam apabila tidak segera ditangani.
Sejumlah warga dan pengendara berharap pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap operasional SPBU tersebut, guna mencegah konflik sosial yang lebih besar di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Edi Samat dari LIRA Kalbar meminta Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil langkah tegas sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurut Edi Samat, dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi maupun pengisian yang tidak sesuai aturan bukan hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga dapat menciptakan suasana tidak kondusif di lapangan.
“Ini harus segera diatasi. Selain penggunaan BBM yang diduga tidak sesuai aturan, situasi di lapangan juga sudah memicu keributan antar sopir. Jangan sampai terjadi carok atau perkelahian menggunakan senjata tajam hanya karena persoalan antrean dan distribusi BBM,” tegasnya.
Ia juga meminta Pertamina melakukan evaluasi terhadap pengawasan di SPBU serta memastikan sistem distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“APH dan Pertamina harus turun langsung membetulkan hal-hal seperti ini. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan dan konflik sosial bisa semakin besar,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina terkait dugaan tersebut. Namun masyarakat berharap adanya tindakan cepat agar pelayanan BBM kembali tertib, aman, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : LIRA Kalbar | Penulis : M. Tohir



Tidak ada komentar:
Posting Komentar