TerasIndonesiaNews.com – Sukabumi, Jawa Barat | Senin, 27 April 2026
Sebuah peringatan keras menggema dari pengamat politik nasional, Toto Izul Fatah. Dalam catatan tajamnya, ia menyebut kepemimpinan Bupati Sukabumi, Asep Japar, tengah berada di ambang krisis: ada secara jabatan, namun nyaris tak terasa kehadirannya di hati rakyat.
Lebih dari setahun berlalu sejak pelantikan, harapan yang dulu menggema kini berubah menjadi keluhan yang membanjiri ruang publik. Janji-janji besar dalam RPJMD terdengar megah di ruang rapat, tetapi hancur saat bersentuhan dengan kenyataan: jalan-jalan rusak yang menganga, debu dan lumpur menjadi teman setia warga, serta tumpukan sampah yang kian menggunung tanpa solusi nyata.
Puncaknya, wajah indah Sukabumi seperti terluka. Pantai Karanghawu—yang seharusnya menjadi kebanggaan—justru dipenuhi sampah pasca libur Lebaran. Sebuah ironi pahit, seolah alam pun ikut bersuara, mempertanyakan: di mana pemimpin saat rakyatnya dikepung masalah?
Di balik itu semua, angka-angka berbicara dingin namun menusuk. Pengangguran masih tinggi, pembangunan manusia tertinggal. Sukabumi tidak berlari, bahkan terasa tertatih. Sementara daerah lain melesat, Sukabumi seperti terjebak dalam waktu.
Sorotan pun mengarah pada gaya kepemimpinan. Asep Japar dinilai terlalu tenggelam dalam birokrasi—rapi di atas kertas, namun lemah di medan nyata. Minim komunikasi, tanpa gebrakan, dan belum menghadirkan satu pun warisan kebijakan yang mampu membangkitkan kebanggaan warga.
Di saat yang sama, bayang-bayang Dedi Mulyadi kian membesar—figur yang dikenal cepat, hadir, dan responsif terhadap denyut persoalan rakyat. Perbandingan ini kian mempertegas kegelisahan publik.
Kini, waktu tidak lagi bersahabat. Ini bukan sekadar kritik—ini ultimatum. Jika tak ada lompatan besar, jika tak ada keberanian untuk keluar dari zona nyaman, maka sejarah mungkin akan mencatat satu kalimat getir:
Pemimpin itu ada… tapi tak pernah benar-benar hadir.
Rakyat Sukabumi tidak lagi menunggu janji. Mereka menunggu keberanian.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Toto Izul Fatah | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar