TerasIndonesiaNews.com – Bengkayang, Kalimantan Barat | Selasa, 14 April 2026
Dunia kepolisian di Kalimantan Barat kembali diguncang. Seorang oknum anggota Polri berinisial Brigadir DN dilaporkan ditembak saat proses penangkapan karena diduga membawa narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram. Namun, yang menjadi sorotan publik bukan hanya kasusnya, melainkan perbedaan pernyataan antara Humas Polda Kalbar dan Humas Polres Bengkayang yang memicu tanda tanya besar.
Brigadir DN diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Seluas. Ia diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Penangkapan dilakukan oleh tim Ditresnarkoba Polda Kalbar, bahkan disebut berlangsung dengan tindakan tegas berupa penembakan oleh aparat.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang utuh terkait kronologi kejadian, kondisi terkini Brigadir DN, maupun lokasi perawatan pasca penembakan. Kekosongan informasi ini semakin memperkeruh situasi.
Pihak Humas Polda Kalbar saat dikonfirmasi justru mengarahkan agar informasi lebih lanjut ditanyakan kepada Polres Bengkayang. Mereka menyebut kasus tersebut masih menjadi ranah Polres setempat.
Namun, pernyataan berbeda datang dari Humas Polres Bengkayang. Mereka menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Polda Kalbar, khususnya Direktorat Reserse Narkoba. Bahkan, pihak Polres mengaku tidak mengetahui secara detail kronologi kejadian tersebut.
Perbedaan sikap ini memunculkan kesan saling lempar tanggung jawab di antara dua institusi kepolisian tersebut. Publik pun mulai mempertanyakan transparansi dan koordinasi internal aparat dalam menangani kasus serius yang melibatkan anggotanya sendiri.
Di sisi lain, keterangan dari aparat Desa Seluas menyebutkan bahwa peristiwa penembakan terjadi pada Rabu malam, 8 April 2026. Namun informasi tersebut baru diketahui secara luas beberapa hari kemudian, memperkuat dugaan adanya keterlambatan atau ketidakterbukaan informasi kepada publik.
Kasus ini jelas mencoreng citra kepolisian, terlebih karena yang terlibat merupakan ujung tombak keamanan di tingkat desa. Barang bukti sabu seberat 2 kilogram semakin menegaskan bahwa kasus ini bukan perkara kecil.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu kejelasan: di mana Brigadir DN dirawat, bagaimana kondisi kesehatannya, serta bagaimana kronologi pasti penangkapan yang berujung penembakan tersebut.
Masyarakat kini menuntut transparansi penuh dari Polda Kalbar. Penanganan tegas, terbuka, dan tanpa kompromi menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Ical

