• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Renungan Ramadhan: Saat Ibadah Mulai Tergeser oleh Bayang-Bayang Lebaran

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-03-06T09:00:03Z

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Jumat, 6 Maret 2026

    Bulan suci Ramadhan baru saja berjalan beberapa hari. Di awal, semangat berpuasa biasanya terasa begitu kuat. Suasana ibadah meningkat, masjid ramai, dan hati terasa lebih tenang. Namun perlahan, bagi sebagian orang, semangat itu mulai berubah arah.


    Pikiran yang seharusnya terfokus pada ibadah puasa, justru mulai dipenuhi bayang-bayang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Perbincangan bukan lagi tentang memperbanyak amal atau memperbaiki diri, melainkan mulai beralih pada kebutuhan lebaran: pakaian baru, kue, biaya mudik, hingga berbagai keperluan rumah tangga.


    Tidak sedikit kepala keluarga yang mulai merasa terbebani. Kebutuhan yang meningkat menjelang lebaran sering kali membuat pikiran menjadi penuh. Bahkan dalam candaan yang sering terdengar di masyarakat, ada ungkapan bahwa saat Ramadhan mendekati pertengahan, “kawan yang punya uang mulai sulit dicari, telepon tak aktif, pesan tak dibalas.”


    Fenomena ini menjadi bagian dari romantika yang hampir selalu muncul setiap tahun. Para bapak sering terlihat lebih banyak di luar rumah, entah mencari tambahan rezeki atau sekadar mencari jalan keluar dari berbagai kebutuhan yang mulai menghimpit.


    Ironis memang. Di saat Ramadhan seharusnya menjadi momentum menenangkan hati dan memperkuat keimanan, sebagian orang justru dibuat pusing oleh persoalan ekonomi dan tuntutan sosial menjelang lebaran.


    Renungan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa esensi Ramadhan bukan terletak pada kemeriahan hari raya, melainkan pada proses menahan diri, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebaran sejatinya adalah hadiah setelah sebulan penuh berjuang menahan hawa nafsu, bukan tujuan utama yang membuat kita lupa menikmati perjalanan spiritual di bulan suci ini.


    Jika Ramadhan dijalani dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka Idul Fitri bukan hanya sekadar hari kemenangan secara simbolik, tetapi benar-benar menjadi kemenangan hati dan jiwa.


    Editor : Tim Redaksi | Penulis : Totas

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini