TerasIndonesiaNews.com – Kubu Raya, Kalimantan Barat | Sabtu, 7 Maret 2026
Warga Komplek Mega Graha di Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan munculnya aroma bau tak sedap di lingkungan mereka. Setelah ditelusuri, bau tersebut diduga berasal dari saluran drainase yang tersumbat serta pengelolaan tempat sampah yang dinilai tidak tepat.
Menurut keterangan sejumlah warga, ketika hujan turun deras, sampah yang menumpuk di selokan kerap meluap hingga masuk ke pekarangan rumah dan bahkan ke jalan lingkungan. Kondisi ini membuat warga merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap dampak kesehatan maupun kebersihan lingkungan.
“Kalau hujan turun, sampah dari selokan sering naik ke halaman rumah dan jalan. Bau juga sangat mengganggu,” ujar salah satu warga setempat saat dikonfirmasi.
Selain persoalan sampah dan drainase, warga juga menyoroti adanya beberapa bangunan rumah yang diduga menutup saluran air. Dari hasil pengamatan di lapangan, diperkirakan terdapat sekitar tujuh rumah atau lebih yang membangun melebihi batas tanah pribadi hingga menutupi saluran air.
Warga menduga pembangunan tersebut terjadi karena adanya izin dari pihak pengembang (developer) yang memperbolehkan pembangunan di luar batas tanah kepemilikan. Namun kondisi ini justru dinilai berpotensi menutup fasilitas umum (pasum) seperti saluran drainase yang seharusnya tetap terbuka untuk aliran air.
Beberapa warga bahkan mempertanyakan status penggunaan lahan tersebut kepada pihak perbankan yang terlibat dalam pembiayaan perumahan. Mereka ingin memastikan apakah benar diperbolehkan menggunakan atau bahkan menyewakan lahan di luar batas kepemilikan rumah, termasuk yang masuk kategori fasilitas umum.
“Warga hanya ingin kejelasan, apakah benar boleh membangun di luar batas tanah pribadi atau menggunakan pasum. Karena dampaknya sekarang mulai terasa di lingkungan,” kata warga lainnya.
Masyarakat berharap pihak terkait, baik pemerintah desa, pengembang perumahan, maupun instansi terkait di Kabupaten Kubu Raya, dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Warga menilai persoalan ini perlu segera ditangani agar tidak semakin menimbulkan dampak lingkungan dan konflik antar warga.
Jika tidak segera ditangani, kondisi drainase yang tersumbat dan pembangunan yang menutup saluran air dikhawatirkan akan terus memperparah genangan air serta masalah kebersihan di lingkungan Komplek Mega Graha.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Warga | Penulis : Totas

