• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Proyek Turap Rp2,4 Miliar di Parit Tokaya Pontianak Selatan Disorot, Kondisi Sudah Rusak Saat Masih Masa Pemeliharaan

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-03-12T09:15:53Z


    TerasIndonesiaNews.com - Pontianak, 12 Maret 2026



    Pontianak – Proyek pembangunan bangunan penguatan tebing atau turap di Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2025 tersebut diduga sudah mengalami kerusakan, padahal masih berada dalam masa pemeliharaan.


    Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak melalui Bidang Sumber Daya Air. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.460.700.000 yang dikerjakan oleh CV. SIMAS, dengan waktu pelaksanaan 101 hari kalender dan diawasi oleh CV. Catra Nirwana Consultant.


    Namun dari kondisi yang terlihat di lapangan, sejumlah bagian konstruksi turap tampak memprihatinkan. Beberapa bagian struktur terlihat mengalami kerusakan dan tidak lagi terlihat kokoh sebagaimana mestinya. Bahkan pada beberapa titik tampak struktur yang mulai bergeser dan mengalami kerusakan fisik.


    Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat sekitar. Terlebih, proyek tersebut diketahui masih berada dalam masa pemeliharaan, yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak pelaksana untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.


    Masyarakat berharap pihak terkait, baik dari Dinas PUPR Kota Pontianak maupun kontraktor pelaksana, segera melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap kerusakan yang ada. Hal ini penting agar proyek yang menggunakan anggaran miliaran rupiah dari uang rakyat tersebut benar-benar memberikan manfaat dan tidak cepat mengalami kerusakan.


    Sampai saat ini, belum terlihat adanya tindakan perbaikan yang dilakukan di lokasi proyek, meskipun kondisi fisik turap sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.


    Masyarakat pun berharap adanya transparansi dan pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek pembangunan, agar kualitas pekerjaan sesuai dengan anggaran yang telah dikeluarkan.


    Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : Tim|Penulis : Ical

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini