• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Diduga Hoaks dan Bernuansa Fitnah, Penyebaran Foto dari Ruang Kejati Tuai Sorotan

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-02-02T07:00:24Z


    TerasIndonesiaNews.com - Pontianak, O2 Februari 2026



    Pontianak, Kalimantan Barat – Sejumlah pemberitaan dan unggahan di beberapa media daring dan platform media sosial belakangan ini menuai sorotan publik. Pasalnya, informasi yang disajikan dinilai tidak akurat, cenderung menyesatkan, bahkan mengarah pada fitnah terhadap salah satu pihak yang disebut dalam narasi pemberitaan tersebut.


    Pihak yang bersangkutan secara tegas membantah isi pemberitaan yang menyebut dirinya diperiksa dengan didampingi perempuan yang dinarasikan sebagai istri. Ia menegaskan bahwa foto yang beredar bukanlah foto dirinya, dan informasi yang dikaitkan dengan kehidupan pribadinya tidak sesuai dengan fakta.


    “Isu yang beredar itu tidak benar. Saya hanya memiliki satu istri yang sah, dan tidak ada seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan tersebut,” tegasnya dalam pernyataan klarifikasi.


    Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak psikologis yang timbul, khususnya bagi keluarga, akibat pemberitaan yang tidak diverifikasi dengan baik. Menurutnya, pemberitaan semacam ini tidak hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga berpotensi menyesatkan opini publik.


    Yang lebih disayangkan, lanjutnya, adalah beredarnya foto yang diduga diambil di dalam ruangan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati). Publik pun mempertanyakan bagaimana foto atau dokumen yang berada di ruang institusi penegak hukum tersebut bisa bocor dan tersebar luas ke publik tanpa kejelasan sumber dan konteks.


    “Ini perlu dipertanyakan secara serius. Ruangan Kejati bukan ruang publik. Jika benar foto itu diambil di sana, bagaimana bisa tersebar bebas? Apalagi disertai narasi yang keliru dan cenderung memfitnah,” ujarnya.


    Ia pun mengingatkan para jurnalis dan pengelola media agar kembali menjunjung tinggi prinsip jurnalistik, seperti verifikasi, keberimbangan, dan konfirmasi sebelum mempublikasikan sebuah informasi. Menurutnya, kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan etika profesi.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati terkait dugaan kebocoran foto maupun mekanisme pengamanan dokumen dan aktivitas di ruang internal lembaga tersebut. Publik berharap ada penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar dan menurunkan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. 


    Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : KBN|Penulis : Ichal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini