TerasIndonesiaNews.com - Pontianak, 11 Februari 2026
PONTIANAK – Angin segar sekaligus peringatan keras bagi para pelaku tambang tak berizin di Kalimantan Barat. Sebuah tim khusus dari pusat dikabarkan telah mendarat untuk melakukan operasi besar-besaran: membenahi sekaligus “menyikat” habis aktivitas tambang ilegal yang selama ini merugikan negara.
Informasi ini bukan sekadar isapan jempol. Ketua Tim Investigasi LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kalimantan Barat, Totas, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi data akurat mengenai pergerakan tim pusat ini.
"Kami mendapatkan informasi A1 dari 'pejabat putih' yang bersinergi langsung dengan pemerintah pusat. Saat ini, tim khusus sudah dibentuk untuk menyasar tambang-tambang tidak jelas, termasuk menyisir siapa saja oknum beking di belakangnya," tegas Totas kepada media.
Target: Pembersihan Total Tanpa Pandang Bulu
Selama ini, praktik tambang ilegal seringkali sulit disentuh karena diduga kuat memiliki perlindungan atau "beking" dari oknum-oknum tertentu. Namun, hadirnya tim khusus ini membawa misi berbeda—yakni memutus rantai mafia tambang dari hulu ke hilir.
LIRA Kalbar menekankan bahwa kehadiran tim ini diharapkan tidak hanya menjadi gertakan sambal. Ada harapan besar dari masyarakat agar aksi ini menjadi titik balik kembalinya kedaulatan kekayaan alam daerah.
Membumihanguskan Penjahat Lingkungan
Langkah ini dinilai krusial untuk menyelamatkan ekosistem dan pendapatan negara yang selama ini bocor ke kantong pribadi para "penjahat" tambang.
"Harapan kita semua sama: mudah-mudahan tim ini benar-benar mampu membumihanguskan tambang-tambang ilegal itu. Rakyat dan negara harus dibebaskan dari cengkeraman penjahat-penjahat yang mengeruk bumi kita secara serakah," lanjut Totas dengan nada bicara yang tajam.
Kini, publik menunggu aksi nyata di lapangan. Apakah "pasukan khusus" ini benar-benar akan menjadi sapu bersih bagi para pemain tambang nakal dan pelindungnya, ataukah ini akan menjadi babak baru perang melawan mafia tambang di Kalimantan Barat?
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : LIRA KALBAR|Penulis : Edi Samad

