• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis Ibu Hamil hingga Berujung Kematian di Probolinggo

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-01-06T08:35:30Z

    TerasIndonesiaNews.com - Probolinggo, Selasa 06 Januari 2026

    Kasus meninggalnya seorang ibu hamil bernama Widiawati (27), warga Kabupaten Probolinggo, menyisakan tanda tanya besar terkait proses penanganan medis yang diterimanya sejak awal perawatan hingga dirujuk ke rumah sakit lain. Keluarga korban menilai terdapat kejanggalan dalam prosedur pelayanan yang dijalankan oleh pihak rumah sakit.


    Peristiwa ini bermula ketika Widiawati pertama kali menjalani perawatan di RS Graha Sehat pada 23 Mei 2024. Saat itu, berdasarkan keterangan keluarga, dokter mendiagnosa pasien mengalami abortus imminens atau ancaman keguguran pada usia kehamilan sekitar 16–18 minggu.


    Hasil pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan kondisi yang dinilai cukup serius. Kadar leukosit Widiawati tercatat mencapai 26.230/uL, jauh di atas ambang normal, sementara kadar hemoglobin berada di angka 10,3 g/dL. Meski demikian, pihak rumah sakit memulangkan pasien pada 25 Mei 2024.


    Ayah korban, Abdullah, mempertanyakan keputusan tersebut. Menurutnya, dengan kadar leukosit yang tinggi, seharusnya dilakukan penanganan lanjutan atau observasi intensif, bukan pemulangan pasien. Ia juga menilai tidak adanya tindakan intervensi dini menjadi persoalan utama dalam kasus ini.


    Kondisi Widiawati terus memburuk. Pada 3 Juni 2024, pemeriksaan ulang menunjukkan penurunan drastis kadar hemoglobin hingga 7,1 g/dL yang masuk kategori anemia berat. Sementara itu, kadar leukosit masih berada di angka tinggi, yakni 19.360/uL. Evaluasi darah juga menemukan adanya immature granulocytes dan neutrophilia, yang secara klinis mengindikasikan infeksi sistemik.


    Meski telah beberapa kali kembali ke rumah sakit pada 8 dan 12 Juni 2024, penanganan intensif baru dilakukan ketika kondisi pasien semakin kritis. Pada 21 Juni 2024 malam, RS Graha Sehat akhirnya mengeluarkan surat rujukan ke RSUD Waluyo Jati dengan diagnosa anemia unspecified (D64.9). Surat rujukan tersebut diterbitkan sekitar pukul 22.30 WIB dengan alasan keterbatasan fasilitas dan kebutuhan tindakan lanjutan.


    Setelah menjalani perawatan singkat di RSUD Waluyo Jati, Widiawati dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 22 Juni 2024, pukul 08.15 WIB. Pihak keluarga menyayangkan surat kematian yang diterbitkan tidak mencantumkan penyebab akhir kematian secara rinci.


    Abdullah mengaku telah berupaya mencari keadilan, termasuk menggunakan jasa kuasa hukum. Namun hingga kini, ia menyebut belum ada kejelasan atau penyelesaian atas peristiwa yang menimpa putri kandungnya tersebut.


    Pihak pengelola RS Graha Sehat, melalui Ifan GSL, menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini dan berjanji melakukan klarifikasi internal terhadap manajemen serta tenaga medis yang terlibat. Namun, hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu penjelasan resmi terkait apakah prosedur penanganan pasien telah sesuai dengan standar operasional yang berlaku, khususnya dalam kasus kehamilan dengan komplikasi infeksi dan anemia berat.


    Editor : Tim Teras Indonesia News | Narasumber : Bp. Abdulah | Penulis : Totas

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini