TerasIndonesiaNews.com - KETAPANG, 5 Desember 2025
Proses pengaspalan di Jalan K.S. Tubun kembali menuai kritik keras. Pekerjaan yang tetap dilakukan meski permukaan jalan tergenang air menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan terhadap standar teknis serta kualitas dan kuantitas pengerjaan di lapangan.
Dalam foto yang beredar, terlihat para pekerja melakukan pengaspalan tanpa terlebih dahulu memastikan kondisi jalan kering. Praktik ini dinilai tidak sesuai prosedur konstruksi karena berpotensi merusak daya rekat aspal, mengurangi kekuatan struktur lapisan, dan mempercepat kerusakan jalan.
Ketua Laskar Jagadilaga Ketapang (LJK), Daniel, menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Ketapang. Ia menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan minimnya kontrol kualitas dari pihak terkait.
“Ini bukti nyata bahwa pengawasan hampir tidak dilakukan. Pengaspalan di atas genangan air itu jelas tidak sesuai standar. Pekerjaan seperti ini merugikan masyarakat dan memboroskan anggaran,” tegas Daniel.
Daniel juga meminta agar instansi terkait tidak hanya hadir ketika proyek selesai, tetapi melakukan pengawasan sejak awal hingga akhir proses pekerjaan.
“Kami minta instansi teknis turun langsung mengawasi setiap pekerjaan. Kualitas itu tidak datang sendiri, harus dijaga. Ini demi Kabupaten Ketapang yang lebih baik ke depannya,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait. Publik berharap adanya evaluasi menyeluruh agar praktik pengerjaan asal-asalan tidak terus terjadi di Kabupaten Ketapang.
Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : LJK (Laskar Jagadilaga Ketapang) | Penulis : Dedi

