TerasIndonesiaNews.com — Pontianak, 21 Desember 2025
Warga Pontianak Utara menggelar aksi unjuk rasa memprotes hasil pembangunan Jembatan Dharma Putra yang baru selesai dikerjakan. Aksi ini dipicu kekecewaan masyarakat karena jembatan dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk penolakan dan menyampaikan keberatan secara terbuka. Berdasarkan keterangan warga, lebar jembatan yang seharusnya mencapai 5 meter, di lapangan hanya terealisasi sekitar 4,20 meter. Kondisi ini dinilai rawan, terutama saat kendaraan berpapasan.
Kekecewaan semakin memuncak karena warga mengaku telah menunggu pembangunan jembatan tersebut selama hampir dua tahun. Namun hasil akhir dinilai tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat serta minim perencanaan matang.
Tokoh masyarakat Pontianak Utara sekaligus anggota dewan, H. Samsuddin, menegaskan bahwa protes warga memiliki dasar kuat. Ia menyebut pembangunan Jembatan Dharma Putra tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan sebagaimana mestinya.
“Ini jembatan untuk kepentingan publik. Standar keselamatan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama. Faktanya, ukuran dan hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat,” tegas Samsuddin.
Ia mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan evaluasi teknis menyeluruh serta membuka ruang dialog dengan warga agar persoalan tidak berlarut-larut.
Dalam tuntutannya, warga meminta jembatan dilebarkan sesuai standar. Jika tidak, mereka mendesak agar jembatan dibongkar dan menyatakan siap membangun secara swadaya. Warga juga mengancam akan menutup akses jembatan hingga ada solusi konkret dan kejelasan dari pemerintah.
Samsuddin berharap pemerintah segera turun tangan agar polemik ini tidak menimbulkan dampak sosial dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Respons cepat pemerintah sangat dibutuhkan agar solusi terbaik dapat segera diwujudkan dan keadilan bagi warga benar-benar dirasakan,” pungkasnya.
Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : Edi Samat | Penulis : Totas

