TerasIndonesiaNews.com - PONTIANAK, 4 Desember 2025
Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Pontianak Utara kembali disorot setelah muncul keluhan warga yang merasa layak menerima bantuan namun tidak terdaftar, sementara sejumlah warga yang dinilai mampu justru masuk daftar penerima.
Pemerhati kebijakan publik, Edi Samat, menilai kekacauan ini sebagai indikasi buruknya sistem pendataan dan lemahnya verifikasi di lapangan.
“Banyak warga yang memenuhi kriteria tidak mendapat bantuan, sedangkan yang tidak layak justru menerima. Salahnya di mana? Apakah di tingkat RT, RW, kelurahan, atau ada ‘titipan’ dalam pendataan?” tegasnya.
Edi Samat meminta pemerintah kelurahan hingga kecamatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendataan, termasuk memastikan akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai dasar penyaluran.
Ia mengingatkan bahwa bansos merupakan hak masyarakat miskin, sehingga kesalahan sasaran menunjukkan ketidakadilan nyata. Pemerintah diminta turun langsung memperketat pendataan, memperbaiki verifikasi, serta menutup celah intervensi dalam daftar penerima.
Warga berharap Pemerintah Kota Pontianak segera merespons keluhan ini dengan pembenahan menyeluruh agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : Edi Samat | Penulis : Totas

