KETAPANG, TERAS INDONESIA NEWS||Polemik pemberitaan yang sempat menyudutkan Lemen, S.H., M.H., Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang, akhirnya menemukan titik klarifikasi. Lemen menegaskan bahwa kehadirannya di Polres Ketapang beberapa waktu lalu bukan sebagai kuasa hukum pihak keamanan perusahaan, melainkan murni sebagai pendamping dan bentuk solidaritas terhadap warga Pakomoan Dayak Kanayatn.
Klarifikasi tersebut disampaikan usai pertemuan antara Lemen dan Ketua DPC ARUN Ketapang, Yakarias Irawan, S.Pt., M.P., yang berlangsung Minggu siang di kediaman Yakarias Irawan. Pertemuan berjalan hangat, terbuka, dan penuh suasana kekeluargaan. Dari dialog tersebut, kedua tokoh sepakat untuk meluruskan polemik yang sempat berkembang di masyarakat.
“Kami sudah bertemu dan berdialog secara terbuka. Hasilnya, kami sepakat untuk memberikan klarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi di ruang publik,” ujar Yakarias Irawan.
Yakarias menambahkan, pihaknya bersama Lemen berkomitmen menjaga ketertiban dan tidak memperpanjang polemik demi terciptanya keharmonisan sosial di Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, Lemen menegaskan bahwa kehadirannya di Polres Ketapang tidak dalam kapasitas sebagai kuasa hukum siapa pun, tetapi didorong oleh rasa tanggung jawab moral dan solidaritas kemanusiaan.
“Saya hadir bukan untuk membela kepentingan perusahaan, melainkan untuk menengahi agar persoalan tidak melebar. Ini bagian dari kepedulian dan tanggung jawab sebagai sesama warga Dayak,” tegas Lemen.
Dari pertemuan tersebut, Lemen dan Yakarias Irawan menyepakati empat poin penting sebagai langkah bersama menjaga kedamaian dan kejelasan informasi, yaitu:
2. Menjaga ketertiban sosial dan menghindari segala bentuk provokasi di media maupun di lapangan.
3. Mendorong penyelesaian hukum yang adil dan proporsional tanpa intervensi dari pihak mana pun.
4. Membangun komunikasi antar tokoh masyarakat dan organisasi, agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari.
Keduanya juga mengimbau media massa agar tetap menyajikan pemberitaan secara berimbang, akurat, dan menyejukkan, serta menghindari narasi yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Kami sama-sama ingin menjaga situasi tetap kondusif. Tidak ada lagi perbedaan yang dipertajam — yang ada justru kebersamaan dan persaudaraan untuk Ketapang yang damai,” tutup Lemen.
Langkah klarifikasi bersama antara Lemen dan Yakarias Irawan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meredam kesalahpahaman, memperkuat komitmen terhadap penegakan hukum yang adil, serta menjaga harmoni sosial di Kabupaten Ketapang.
Pertemuan ini berlangsung di rumah Yakarias Irawan, keduanya juga sepakat untuk mendelet pemberitaan sebelumnya, demi menjaga ketertiban dan kebaikan bersama dan media turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Sumber : Lemen dan Yakarias Irawan | Penulis : Sukardi

