KETAPANG, TERAS INDONESIA NEWS||Suasana penuh semangat dan nuansa budaya menyelimuti halaman Balai Sungai Kedang, Jalan Agus Salim, Ketapang. Sebanyak 206 atlet dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat resmi berlaga dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Kalimantan Barat 2025, memperebutkan Piala Bupati Ketapang.
Kegiatan bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, mewakili Bupati Ketapang, pada Sabtu pagi (18/10/2025). Dalam sambutannya, Repalianto menegaskan bahwa panahan tradisional bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya leluhur yang patut dijaga dan dikembangkan.
Di era modern ini, melestarikan olahraga tradisional merupakan bentuk penghargaan kita terhadap nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Repalianto.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengapresiasi kinerja FESPATI yang terus melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga panahan tradisional di Kalimantan Barat.
Kejurda ini bukan hanya ajang kompetisi, namun juga wadah silaturahmi, pembinaan karakter, serta penguatan identitas budaya bangsa. Kami berharap semangat ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga tradisional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Elmantono menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini mempertandingkan 30 kategori dengan jarak 5 hingga 50 meter, dan memperebutkan 150 medali.
Sebanyak 206 atlet dan 34 ofisial berpartisipasi, mewakili FESPATI Kota Pontianak, Singkawang, Ketapang, Kayong Utara, Sambas, Kubu Raya, Sanggau, Bengkayang, dan Mempawah,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Ketapang, Julvan Teruna, menuturkan bahwa panahan tradisional memiliki nilai luhur karena mengajarkan ketenangan, fokus, dan keseimbangan antara fisik dan batin.
Jadikan anak panah yang dilepaskan bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi sebagai simbol perjuangan dan kehormatan,” pesan Julvan kepada para atlet.
Julvan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Ketapang serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Kejurda 2025.
Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi antara Pemkab Ketapang dan FESPATI. Semoga olahraga masyarakat ini terus berkembang, membawa semangat sehat, bergembira, dan berprestasi,” pungkasnya.
Kegiatan Kejurda FESPATI Kalbar 2025 ini akan berlangsung selama dua hari, 18–19 Oktober 2025, dengan suasana yang sarat sportivitas dan semangat pelestarian budaya.
Sumber: ProkopimKetapang
Penulis: Izzul Izzuddin
Editor: Bima


