PONTIANAK, TERAS INDONESIA NEWS||Gelombang kritik terhadap ketimpangan pembangunan di Kota Pontianak kian membesar. Setelah viralnya keluhan warga di media sosial dengan pertanyaan tajam “Siantan kapan dibangun, Pak Wali?”, kini suara lantang datang dari Ketua Forum Bela Negara Kota Pontianak, Totas.
Dalam pernyataan tegasnya, Totas menilai wilayah Pontianak Timur dan Pontianak Utara seperti dianaktirikan oleh Pemerintah Kota. Ia menyebut, ketimpangan pembangunan yang terjadi selama ini bukan lagi hal baru, melainkan persoalan klasik yang terus diabaikan.
Pontianak Timur dan Utara ini seolah bukan bagian dari kota ini. Selalu dianaktirikan. Padahal warga di sana juga bayar pajak, juga punya hak yang sama untuk menikmati pembangunan,” tegas Totas, Minggu (19/10).
Kritik ini mencuat setelah Pemkot Pontianak gencar mengeksekusi pembangunan di kawasan Jeruju. Sontak, warganet dari Pontianak Utara dan Timur meluapkan kekecewaan mereka. Banyak yang menyindir bahwa janji kampanye Wali Kota hanya manis di bibir, tapi pahit dalam realisasi.
Janji kampanye cuma semanis senyum waktu pemilu,” tulis salah satu warga di kolom komentar yang ramai dibagikan ulang di berbagai platform media sosial.
Lebih jauh, Totas menyoroti adanya dugaan kepentingan pribadi di balik pemilihan lokasi proyek pembangunan yang terkesan tidak merata.
Saya berharap ini bukan karena ada aset pribadi atau proyek tertentu di sekitar lokasi pembangunan. Kalau benar, ini mencederai semangat keadilan sosial,” ujarnya menohok.
Menurutnya, pembangunan kota seharusnya berpihak kepada seluruh wilayah secara adil, bukan hanya fokus pada area yang dianggap strategis atau menguntungkan secara ekonomi maupun politik.
Forum Bela Negara Pontianak akan terus mengawal persoalan ini. Kami tidak ingin masyarakat Pontianak Timur dan Utara terus merasa diabaikan. Pemerataan pembangunan harus jadi prioritas, bukan pilihan,” pungkas Totas.
Sumber: FBN
Penulis: Faisal
Editor: Bima

