KETAPANG, TERAS INDONESIA NEWS||Suasana khusyuk menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang pada Jumat (10/10/2025), ketika ratusan warga binaan larut dalam lantunan dzikir bersama di Masjid Al-Muhajirin. Kegiatan rohani ini digelar sebagai bentuk pembinaan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan semangat perubahan diri di antara para penghuni Lapas.
Dengan penuh kekhusyukan, kalimat tahlil, tahmid, takbir, dan tasbih menggema dari dalam masjid, menghadirkan suasana teduh dan menenangkan. Para warga binaan tampak menundukkan kepala dalam dzikir, memohon ampunan dan kekuatan untuk menata kembali kehidupan mereka setelah masa hukuman usai.
Kepala Lapas Kelas IIB Ketapang melalui kegiatan ini berharap agar pembinaan spiritual dapat menjadi pondasi utama dalam membangun karakter dan moral para warga binaan. “Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas dari kegelapan hati dan kesalahan masa lalu,” ujarnya penuh makna.
Dzikir bersama ini juga menjadi ajang refleksi diri, mempererat silaturahmi antarwarga binaan, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan Lapas. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kesehatan, dan kelancaran bagi seluruh warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Di tengah dinding jeruji, gema dzikir itu menjadi penanda: bahwa harapan, tobat, dan cahaya kehidupan tetap bisa tumbuh — bahkan di tempat yang paling sunyi sekalipun.
Penulis: Bima

