TerasIndonesiaNews.com - Ketapang, Kalimantan Barat | Sabtu, 12 September 2026
Ketua Barisan Pemuda Melayu (BPM) Ketapang meminta Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) meningkatkan pengendalian kontrak terhadap Pembangunan Puskesmas Kendawangan yang bernilai Rp8.779.782.000, menyusul adanya informasi dan keraguan masyarakat mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material pasir beton yang digunakan pada pekerjaan beton struktur .
Menurutnya, hal pertama yang patut disampaikan adalah terima kasih kepada warga maupun media yang telah memberikan informasi dan menyampaikan keraguan terhadap material yang digunakan.
Informasi masyarakat seharusnya tidak dipandang sebagai gangguan terhadap pekerjaan, tetapi menjadi peringatan dini bagi pemerintah/owner untuk melakukan pengecekan sebelum pekerjaan berlanjut lebih jauh.
“Informasi seperti ini justru harus dijadikan indikasi awal untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan. Lebih baik diketahui dan dimitigasi sekarang daripada setelah hampir Rp8,8 miliar uang daerah berubah menjadi sebuah gedung yang kemudian bermasalah dari sisi mutu, audit, ataupun bahkan berpotensi menimbulkan persoalan kerugian keuangan negara, ambillah contoh lat rumah sakit sandai” ujarnya.
Ia meminta PPK selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian kontrak segera melakukan klarifikasi kepada Pengawas Pekerjaan dan Penyedia, termasuk memeriksa persetujuan material, ijin pengecoran, hasil pengujian material, serta mix design sebelum pekerjaan beton pondasi dilaksanakan.
Jika keraguan belum dapat dijawab melalui dokumen, menurutnya langkah berikutnya adalah melakukan pengujian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini uang yang bersumber dari negara dan digunakan untuk membangun fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat berhak memperoleh gedung dengan kualitas yang sebanding dengan nilai anggarannya, aman digunakan dan mempunyai umur pelayanan yang panjang,” katanya.
Ketua BPM juga menilai PPK harus mampu menjaga keseimbangan antara ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan. Proyek memang harus selesai sesuai jadwal, tetapi percepatan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan spesifikasi maupun mutu yang telah diperjanjikan dalam kontrak.
“Puskesmas ini nantinya digunakan setiap hari, bukan hanya oleh masyarakat yang datang berobat, tetapi juga oleh dokter, perawat dan seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di dalamnya. Karena itu, jangan hanya mengejar progres dan tanggal selesai. Yang jauh lebih penting adalah bangunan tersebut benar-benar aman, nyaman dan sesuai spesifikasi kontrak,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : BPM Ketapang | Penulis : Suhelmi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar