-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    BADAI ISU TAK GOYAHKAN JURNALIS! Ketum MIO Sukabumi Raya Purwanto Minta Wartawan Tetap Bermental Baja dan Babat KKN

    Teras Indonesia News
    Rabu, 02 September 2026, 1:27:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-09-02T06:27:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    0
    TerasIndonesiaNews.com — Sukabumi, Jawa Barat | Rabu, 02 September 2026

    Badai isu yang menyudutkan profesi pers belakangan ini memicu reaksi keras dari pimpinan organisasi media di Jawa Barat. Menyikapi berbagai dinamika hukum serta stigma negatif akibat ulah oknum jurnalis nakal, Ketua Media Online Indonesia (MIO) Sukabumi Raya, Purwanto, angkat bicara secara menohok dan membakar semangat para pemburu berita di lapangan.


    ​Dalam ketegasannya, Purwanto meminta seluruh wartawan media siaran digital dan portal berita online di seluruh pelosok Kota maupun Kabupaten Sukabumi untuk tetap berdiri tegak, memperkuat barisan, serta memiliki mental baja. Beliau menegaskan bahwa dedikasi ribuan jurnalis profesional yang bekerja jujur tidak boleh surut hanya karena tindakan tidak bertanggung jawab dari segelintir oknum.


    ​Sorotan publik belakangan ini kerap dipengaruhi oleh munculnya kasus-kasus pelanggaran hukum yang melibatkan oknum yang menguji kredibilitas pers. Namun, Purwanto menekankan bahwa fenomena keberadaan oknum merupakan tindakan individual yang bisa terjadi di lembaga, institusi, atau profesi manapun.


    ​"Oknum itu di mana-mana pasti ada! Jangan sampai karena kelakuan salah satu oknum wartawan, mental jurnalis lain yang setiap hari berjuang menyuarakan kebenaran di lapangan jadi down atau ciut. Jurnalis media online di Sukabumi Raya harus bermental baja, tegakkan kepala, dan tunjukkan profesionalisme!" tegas Ketua MIO Sukabumi Raya, Purwanto, dengan penuh semangat.


    ​Seruan Purwanto ini menjadi cermin refleksi sekaligus pendorong moril bagi para insan pers agar tidak terjebak dalam rasa minder atau takut. Selama bekerja sesuai fakta, etika, dan koridor hukum yang sah, jurnalis tidak memiliki alasan untuk merasa inferior di hadapan siapa pun.


    ​Untuk mengembalikan kepercayaan publik secara penuh, Purwanto mengimbau seluruh wartawan media online untuk kembali merapatkan barisan dan berpegang teguh pada dua pilar utama profesi, yaitu Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


    ​Menurut Purwanto, integritas adalah senjata paling ampuh bagi seorang jurnalis dalam menghadapi tekanan maupun godaan di lapangan:

    • Independensi Mutlak: Berita yang dipublikasikan harus murni demi kepentingan masyarakat luas (public interest), bukan atas pesanan, intimidasi, atau kepentingan pribadi segelintir pihak.
    • Uji Informasi dan Verifikasi: Setiap informasi yang diperoleh di lapangan wajib melalui proses verifikasi yang ketat, berimbang (cover both sides), dan tidak beriktikad buruk.
    • ​Profesi Yang Bermartabat: Wartawan wajib menjaga kehormatan profesi dengan menolak segala bentuk praktik pemerasan, manipulasi berita, maupun tindakan yang melanggar hukum.


    ​Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, Purwanto meyakini eksistensi pers media online di Sukabumi Raya akan semakin kuat, disegani, dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.


    ​Pesan mendalam dari Purwanto ini juga menggarisbawahi peran strategis pers sebagai pilar keempat demokrasi dan alat kontrol sosial (social control). Di tengah pesatnya pembangunan daerah dan besarnya alokasi anggaran publik di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, keberanian wartawan sangat dibutuhkan untuk mengawasi kebijakan pemerintah.


    ​Purwanto menyerukan kepada seluruh jurnalis di bawah naungan MIO maupun media online lainnya untuk tidak ragu membongkar praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di seluruh tingkatan lembaga, baik pemerintah daerah, swasta, maupun instansi publik lainnya.

    • Tutup Ruang Main Mata: Pers tidak boleh memberikan ruang sekecil apa pun bagi berkembangnya budaya kompromi yang merugikan keuangan negara dan hak-hak rakyat kecil.
    • Kritik Tajam dan Konstruktif: Investigasi mendalam serta pemberitaan yang kritis harus dijadikan sarana kontrol agar para pejabat publik tetap bekerja transparan dan amanah.
    • Kawal Pembelaan Rakyat: Jurnalis media online harus menjadi tempat mengadu bagi masyarakat yang terzalimi atau tidak mendapatkan keadilan.


    ​Menutup seruannya, Purwanto mengingatkan pentingnya persatuan di antara pengelola media online dan para jurnalis di daerah. Perpecahan internal hanya akan memperlemah daya kritis pers dan memberikan celah bagi oknum spekulan untuk menekan independensi media.


    ​"Mari kita rapatkan barisan. Jika ada rekan jurnalis yang bekerja sesuai prosedur dan hukum namun mendapat intimidasi, kita wajib pasang badan memberikan dukungan solidaritas. Buktikan bahwa wartawan media online Sukabumi Raya adalah jurnalis yang cerdas, bermental baja, bermoral tinggi, dan tidak bisa dibeli oleh koruptor!" pungkas Purwanto.


    ​Pernyataan tegas Ketua MIO Sukabumi Raya, Purwanto, ini diharapkan mampu membakar semangat seluruh insan pers di Sukabumi Raya untuk terus berkarya, menjaga integritas, dan mengawal pembangunan demi kemajuan bangsa Indonesia.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Ketua MIO Purwanto | Penulis : Deta

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar