-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Karhutla Tak Kunjung Tuntas, Ketua BPM Ketapang: Jangan Sampai Presiden Marah!

    Teras Indonesia News
    Sabtu, 29 Agustus 2026, 11:30:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-08-29T16:30:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Sabtu, 29 Agustus 2026

    Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dinilai membutuhkan langkah yang jauh lebih serius. Kedatangan Presiden ke Kalbar seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat penanganan, bukan sekadar seremoni.


    Ketua Barisan Pemuda Melayu (BPM) DPD Kabupaten Ketapang menegaskan, tim penanganan karhutla di daerah terdampak harus bekerja lebih cepat, serius, dan tidak lagi menggunakan pola penanganan yang monoton.


    “Jangan sampai tim karhutla membuat Presiden marah. Kedatangan Presiden ke Kalbar seharusnya menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk bekerja lebih serius dan segera menuntaskan persoalan karhutla,” tegasnya.


    Menurutnya, kepala daerah bersama jajaran TNI dan Polri di kabupaten yang terdampak harus mengambil langkah luar biasa. Kondisi karhutla yang semakin meluas membutuhkan inovasi, baik dalam strategi maupun penggunaan peralatan di lapangan.


    “Jangan hanya mengandalkan helikopter. Ketika titik api sudah membesar dan menyebar, dibutuhkan peralatan serta metode lain yang mampu menjangkau sumber api secara langsung, terutama di wilayah yang sulit diakses,” ujarnya.


    Ia menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, mulai dari deteksi dini, pemadaman darat, dukungan udara, pembukaan akses menuju titik api, hingga pengawasan terhadap lokasi yang rawan terbakar kembali.


    Selain pemadaman, aparat dan pemerintah daerah juga diminta memperkuat langkah pencegahan. Penelusuran penyebab kebakaran dan penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman.


    “Jangan sampai setelah api padam, persoalan dianggap selesai. Harus ada evaluasi menyeluruh, siapa yang bertanggung jawab, mengapa api bisa meluas, dan apa yang harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.


    Ketua BPM DPD Kabupaten Ketapang juga meminta seluruh pemangku kepentingan menunjukkan kekompakan. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, relawan, serta masyarakat harus berada dalam satu komando dan memiliki target penanganan yang jelas.


    “Ini bukan waktunya bekerja dengan cara biasa. Karhutla menyangkut kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi, bahkan citra daerah. Presiden sudah datang melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan sampai perhatian Presiden justru tidak diikuti keseriusan di daerah,” tegasnya.


    Ia berharap momentum kedatangan Presiden ke Kalimantan Barat menjadi alarm keras sekaligus pemicu percepatan penanganan karhutla.


    “Presiden sudah turun melihat kondisi Kalbar. Sekarang saatnya daerah membuktikan bahwa karhutla bisa ditangani secara serius, cepat, terukur, dan sampai benar-benar tuntas,” pungkasnya.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : BPM Ketapang | Penulis : Suhelmi

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    NamaLabel

    +