-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wabup Ketapang Tutup Pagelaran Seni Budaya Melayu Desa Mensubang, Dorong Pelestarian Budaya Jadi Agenda Tahunan

    Teras Indonesia News
    Minggu, 05 Juli 2026, 12:17:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-07-05T05:17:01Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Ketapang, Kalimantan Barat | Minggu, 05 Juli 2026

    Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, resmi ditutup pada Sabtu (4/7/2026). Penutupan berlangsung meriah dan menjadi puncak perayaan budaya yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.


    Prosesi penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, didampingi Camat Nanga Tayap, Kepala Desa Mensubang, panitia penyelenggara, serta tamu undangan.


    Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat melalui prosesi adat tepung tawar Melayu, atraksi pencak silat, hingga tradisi pemancungan sebatang tebu sebagai simbol penghormatan terhadap tamu kehormatan dan pelestarian adat istiadat Melayu.


    Wabup dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, khususnya Camat Nanga Tayap yang dinilai berhasil menginisiasi kegiatan budaya tersebut sehingga berlangsung sukses.


    "Terima kasih kepada Pak Camat beserta seluruh panitia yang telah menjaga marwah Melayu. Sesuai falsafah tak lekang Melayu dimakan zaman, warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman," ujar Wabup.


    Lebih lanjut menurut Wabup, PSBM tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga mampu membangkitkan kembali memori kolektif tentang permainan dan tradisi Melayu yang kini mulai jarang dikenal generasi muda.


    "Dengan adanya pagelaran seni budaya ini, kenangan masa kecil kita muncul kembali. Saya berharap kearifan lokal seperti ini dapat didorong menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah sehingga anak-anak kita tetap mengenal budaya daerahnya," katanya.


    Wabup juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung kegiatan pelestarian budaya dan berharap PSBM ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.


    Lebih jauh, Wabup mengajak seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang untuk menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.


    "Saya berharap ke depan tidak hanya Kecamatan Nanga Tayap, tetapi kecamatan lainnya juga menggelar kegiatan seperti ini. PSBM menjadi role model bagi tumbuh dan berkembangnya khazanah budaya Melayu di Kabupaten Ketapang. Mari bersama-sama kita lestarikan kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur," tegasnya.


    Sementara itu, Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, berharap PSBM menjadi tonggak awal dalam memperkuat kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk membangun, membangkitkan, dan melestarikan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.


    "Mudah-mudahan apa yang dimulai dari Desa Mensubang ini menjadi titik awal sekaligus tolok ukur kemajuan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang," ujarnya.


    Menutup sambutannya, Kades menyampaikan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan para hadirin.


    "Bagaimana membelah pinang, Ambillah kacip parang untuk membelah. Bagaimana hati tak senang, Penyelenggaraan PSBM begitu meriah."


    Rangkaian penutupan semakin semarak dengan penampilan tari khas Melayu "Tajuk Rindu" yang dibawakan para penari asal Desa Mensubang. Suasana malam kemudian semakin meriah saat grup musik legendaris Kalimantan Barat, Arwana Band, tampil menghibur ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.


    Usai acara, Wakil Bupati Ketapang juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan pameran yang menampilkan produk UMKM lokal, kerajinan, serta berbagai potensi lokal di kawasan Pagelaran Seni Budaya Melayu Desa Mensubang.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Prokopim | Penulis : Zaldi

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    NamaLabel

    +