-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemadaman Listrik Picu Gelombang Protes! 1.000 Massa BPM Siap Kepung Kantor PLN Kalbar

    Teras Indonesia News
    Senin, 06 Juli 2026, 10:32:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-07-06T15:33:16Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Senin, 06 Juli 2026

    Barisan Pemuda Melayu (BPM) Provinsi Kalimantan Barat akan mengerahkan sekitar 1.000 massa untuk menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.


    Ketua BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mengatakan aksi unjuk rasa akan dilaksanakan selama dua hari, dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 13.00 WIB, dengan titik kumpul di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak.


    Massa selanjutnya akan bergerak menuju sejumlah kantor PLN, yakni PLTD/UID Kalimantan Barat di Jalan Adi Sucipto Km 7,3, Kabupaten Kubu Raya, PLN UP2B di Jalan Karya Baru, Pontianak Selatan, serta PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki, Pontianak Selatan.


    "Kami akan mendatangi Kantor Pelayanan PLTD (UID), PLN UP2B, dan PLN UP2D sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat atas pemadaman listrik yang terus terjadi," ujar Eddy, Senin (6/7/2026).


    Dalam aksi tersebut, BPM membawa tiga tuntutan utama, di antaranya meminta penghentian pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah melumpuhkan aktivitas masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


    Selain itu, BPM mendesak Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat serta mendorong aparat penegak hukum bersama Forkopimda mengusut penyebab terjadinya pemadaman listrik.


    "Kami meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat dan mendorong aparat penegak hukum bersama Forkopimda mengusut penyebab pemadaman," tegas Eddy.


    Ia menambahkan, sekitar 1.000 peserta aksi diperkirakan akan mengikuti demonstrasi dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.


    Meski demikian, Eddy mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman dan kondusif.


    "Kami meminta seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban agar kegiatan berjalan lancar dan kondusif," pungkasnya.


    Sementara itu, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat yang disebabkan oleh gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.


    Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal sehingga PLN harus melakukan pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah.


    "Kondisi ini menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal. Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat," jelas Mukhlis.


    Ia menegaskan, gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara, yang saat ini dipastikan dalam kondisi aman.


    PLN, lanjut Mukhlis, terus mengerahkan seluruh sumber daya dengan memaksimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.


    Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu, dan PLN berharap pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya.


    "PLN berkomitmen terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN," ujarnya.


    Di akhir keterangannya, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : BPM Kalbar | Penulis : Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    NamaLabel

    +