Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Barat menyoroti dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan pada proyek peningkatan Jalan Gambir di Kota Singkawang. Temuan awal di lapangan memunculkan kekhawatiran terhadap mutu pekerjaan yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar teknis konstruksi jalan.
Proyek peningkatan Jalan Gambir tersebut diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp18.834.044.213 dan dikerjakan oleh PT Cakrawala Surya Raya sebagai penyedia jasa. Sementara pengawasan proyek dilakukan oleh konsultan yang ditunjuk oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sejumlah kondisi fisik aspal menjadi perhatian. Di beberapa titik terlihat permukaan aspal yang relatif kasar, agregat batu tampak menonjol, serta terdapat indikasi rongga pada lapisan permukaan. Selain itu, sambungan antarhamparan (joint) dinilai kurang rapi sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
LIRA Kalbar menegaskan bahwa temuan visual tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi teknis. Oleh karena itu, diperlukan pembuktian secara ilmiah melalui pengujian laboratorium agar diketahui secara pasti apakah pekerjaan telah memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam kontrak.
Tim Investigasi LIRA Kalbar, edi samat,mengatakan bahwa proyek dengan nilai anggaran yang besar harus menghasilkan kualitas pekerjaan yang benar-benar sesuai spesifikasi.
"Kami meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat bersama konsultan pengawas segera melakukan uji laboratorium, khususnya metode Core Drill pada titik-titik yang diduga bermasalah. Dengan pengujian tersebut akan diketahui ketebalan lapisan aspal, tingkat kepadatan, serta kualitas material secara objektif," ujar edi samat
Menurutnya, apabila hasil pengujian nantinya menunjukkan pekerjaan telah sesuai spesifikasi, maka hal tersebut menjadi bukti bahwa proyek telah dikerjakan dengan baik. Namun jika ditemukan ketidaksesuaian, kontraktor wajib melakukan perbaikan sesuai ketentuan kontrak yang berlaku.
LIRA Kalbar juga menilai pengawasan selama proses pelaksanaan proyek harus diperketat agar setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Hal ini penting mengingat infrastruktur jalan menyangkut keselamatan masyarakat serta penggunaan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan.
LIRA Kalbar mendesak agar:
Segera dilakukan uji laboratorium Core Drill pada titik-titik yang menjadi perhatian.
Dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan.
Penyedia jasa bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak apabila ditemukan ketidaksesuaian berdasarkan hasil pengujian resmi.
LIRA Kalbar menegaskan akan terus mengawal proyek-proyek yang menggunakan dana negara agar dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : LIRA Kalbar | Penulis : Ical



Tidak ada komentar:
Posting Komentar