-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pasar Bergejolak Usai PP Baru Presiden, Ketua APBK Kalbar: Saatnya Indonesia Berdiri di Atas Kaki Sendiri

    Teras Indonesia News
    Jumat, 22 Mei 2026, 11:07:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-22T04:07:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Jum'at 22 Mei 2026

    Kebijakan baru Presiden RI Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) mulai menimbulkan gejolak di pasar saham nasional. Sejumlah emiten sektor batu bara, mineral, dan perkebunan sawit tercatat mengalami penurunan tajam setelah pemerintah mengumumkan aturan baru yang mewajibkan penjualan komoditas strategis melalui BUMN pengekspor tunggal.


    Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 2 persen sebelum akhirnya mengalami rebound tipis. Tekanan terbesar datang dari saham sektor tambang mineral, batu bara, hingga perkebunan sawit yang dinilai terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.


    Beberapa emiten bahkan mengalami penurunan signifikan. Pasar menilai kebijakan ekspor satu pintu akan mengubah pola perdagangan komoditas nasional sekaligus memperketat kontrol negara terhadap hasil SDA Indonesia.


    Meski memicu kepanikan di pasar modal, kebijakan tersebut justru mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Perkumpulan Aliansi Pers Bumi Khatulistiwa Kalbar, Bpk M. Budiyanto, menilai langkah Presiden Prabowo merupakan bentuk keberanian negara dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.


    Menurutnya, selama ini Indonesia terlalu bergantung pada mekanisme perdagangan yang banyak menguntungkan pihak luar dibanding kepentingan bangsa sendiri.


    “Sudah saatnya kita berdiri dengan kaki sendiri. Langkah ini mesti kita dukung sebagai bentuk kemandirian dan kekuatan bangsa kita. Indonesia adalah bangsa dan negara yang besar, memiliki sumber daya alam melimpah, sehingga pengelolaannya harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat dan negara,” tegas M. Budiyanto.


    Ia juga menambahkan bahwa kebijakan pemerintah tidak boleh hanya dilihat dari gejolak jangka pendek di pasar saham, tetapi harus dipahami sebagai strategi besar untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di masa depan.


    “Kalau negara mampu mengendalikan ekspor komoditas strategis, maka nilai tambah dan keuntungan besar bisa lebih dirasakan untuk pembangunan nasional. Ini soal keberanian mengambil sikap demi masa depan Indonesia,” tambahnya.


    Kebijakan baru tersebut kini menjadi perhatian luas publik nasional, terutama para pelaku pasar dan pengusaha sektor SDA. Namun di sisi lain, banyak pihak menilai langkah pemerintah merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara besar yang mampu mengelola kekayaannya sendiri secara mandiri.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : M. Tohir

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar