Kubu raya- Aroma tak sedap yang diduga berasal dari aktivitas kandang ternak sapi kembali dikeluhkan warga di sekitar lokasi peternakan. Masyarakat menyebut aktivitas keluar masuk ternak sapi diduga masih terus berlangsung meski sebelumnya sempat mendapat penolakan dari warga dan disebut-sebut diminta menghentikan operasional sementara oleh pihak terkait.
Lokasi kandang yang dikeluhkan warga tersebut disebut berada di sekitar Komplek Mega Graha Pal 7, Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Beberapa warga mengaku dalam beberapa hari terakhir sering melihat mobil pengangkut sapi keluar masuk area kandang, bahkan aktivitas itu disebut kerap dilakukan pada malam hingga dini hari saat kondisi lingkungan sepi dari pantauan masyarakat.
“Bau menyengat mulai terasa lagi beberapa hari ini. Kami curiga karena aktivitas kandang terlihat aktif kembali,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Tak hanya persoalan bau dan dugaan aktivitas operasional tanpa izin yang menjadi perhatian, warga juga mengaku merasa takut untuk menyampaikan penolakan secara terbuka. Hal itu dipicu adanya informasi bahwa ada pihak tertentu yang disebut siap “pasang badan” apabila ada masyarakat yang mencoba mempersoalkan keberadaan kandang tersebut.
Situasi ini membuat sebagian warga memilih diam meski merasa terganggu dengan keberadaan kandang ternak skala besar yang berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.
Warga berharap dinas terkait serta pihak berwenang segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan legalitas operasional kandang serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
“Masyarakat hanya ingin lingkungan yang nyaman dan sehat. Kalau memang belum mengantongi izin lengkap atau meresahkan warga, kami berharap aktivitas kandang dihentikan sementara sampai semuanya jelas,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kandang maupun instansi terkait mengenai dugaan kembali aktifnya operasional peternakan tersebut.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : Tim|Penulis : Dedi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar